Polsek Medan Baru Ungkap Kasus Modus Pecah Kaca Mobil

example banner

Teks Foto : Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto didampingi Kapolsek Medan Baru, Kompol Ronni Bonic dan Waka Polsek, AKP S. Simare-mare bersama Kanit Reskrim, AKP Adhi Putranto serta Penyidik, saat memaparkan Tersangka DS beserta sejumlah barang bukti di halaman Mako Polsek Medan Baru, Jumat (15/04/2016). (MB) 

Medan Berita –  Tersangka DS (24) warga Jln. Sedulur Medan, terpaksa harus mengisi kesehariannya dibalik jeruji besi sel Mako Polsek Medan Baru, akibat terbukti melakukan aksi pencurian barang berharga milik korban dengan modus pecah kaca mobil sebanyak 18 kali.

Penangkapan pria bertato ini dikomandoi oleh Kanit Reskrim AKP Adhi Putranto dan Panit I Reskrim Iptu Aryya Nusa Hindrawan bersama anggota, berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/408/SU/Sek. Medan Baru, Tanggal 24 Maret 2016, tentang pencurian dan pemberatan sebagaimana yang dimaksud pada Pasal 363 KUHPidana.

Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto didampingi Kapolsek Medan Baru, Kompol Ronni Bonic bersama Kanit Reskrim, AKP Adhi Putranto, Jumat (15/04/2016) menjelaskan pengungkapan kasus ini bermula dari laporan korban Wilson (27) warga Jln. Gajah, Kel. Pandau Hulu I, Kec. Medan Kota yang mengalami pencurian dengan modus pecah kaca mobil di Jln. Waringin Medan.

“ Saat mendapat laporan itu, petugas kita langsung melakukan penyelidikan, dan petugas berhasil mengidentifikasi pelaku beserta kendaraanya, sehingga pada hari Kamis 14 April 2016, lalu dilakukan penangkapan terhadap salah seorang pelaku bernama DS,” ujar Mardiaz.

Namun, saat dilakukan penangkapan di rumahnya, lanjut Mardiaz, tersangka DS mencoba melarikan diri naik ke loteng lantai II dan ketika dikejar oleh petugas tersangka jatuh, kemudian pada saat dilakukan pengembangan, tersangka berusaha mencoba melawan petugas sehingga dilakukan tindakan untuk melumpuhkan tersangka dengan menembak kaki bagian betis sebelah kanannya.

“ Dari beberapa kasus kejadian, sampai saat ini, tersangka DS mengakui, dirinya sudah 18 kali melakukan aksi modus pecah kaca tersebut, dan tersangka DS juga mengaku aksi yang dilakukannya itu dibantu dengan salah seorang rekannya (identitas sudah diketahui) yang sampai saat ini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), dalam melakukan aksinya, kedua tersangka menggunakan sepeda motor kemudian berkeliling mencari mobil posisi terparkir, karena dianggap situasi aman, lalu mereka beraksi melakukan pemecahan kaca mobil milik para korban dan mengambil semua barang milik korban yang ada didalam mobil, selanjutnya barang milik korban dijual ke seorang penadah,” ungkap Mardiaz.

Dari rumah mantan resedivis dengan kasus yang sama, lanjut Mardiaz menuturkan, petugas juga mengamankan barang bukti, 3 unit HP, 3 STNK, 10 buku tabungan, 6 sertifikat surat tanah, 15 Kartu ATM, 3 SIM, 3 KTP, 2 NPWP, 6 Token, pecahan busi, alat pahat, 1 buah Baju, Tas serta 1 unit sepeda motor. Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” cetusnya.

Ditambahkannya, bahwa aksi para pelaku berhasil memecahkan mobil korban dengan menggunakan serpihan busi yang dilemparkan ke arah mobil.

” Kami menghimbau kepada seluruh pemilik kendaraan, agar jangan sampai meninggalkan barang berharga di dalam mobil, apalagi barang berharga yang ditinggal tampak dari luar mobil, sehingga dapat mengundang para pelaku untuk melakukan aksinya,” kata mantan Alumni Akpol Semarang tahun 1993 ini mengakhiri.

(Laporan dari Medan Baru, MB)

Loading...

Comments

comments

Pos terkait