Aksi Demo Pedagang, DPRDSU Akan Panggil Walikota Medan

example banner

Teks Foto : Pedagang yang melakukan aksi unjuk rasa didepan Gedung DPRD Sumut, Senin (18/04/2016) sekira pukul 10.00 WIB ( Saf)

Medan Berita – Ratusan ribu pedagang yang berlapak di Sentral, Medan, melakukan aksi unjuk rasa didepan Gedung DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Provinsi Sumatera Utara, Senin (18/04/2016) sekira pukul 10.00 WIB. Dalam aksi damainya mereka menuntut untuk tidak dipindahkan dari tempat mereka berjualan.

Orasi mengenai diskriminasi juga dilontarkan oleh koordinator aksi, Indra Jabrik.

” Banyak barang dagangan kami dicuri oleh Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja),” ungkapnya dihadapan ratusan ribu pedagang. Riuh gemuruh menyambut pernyataannya.

Tak lama muncullah beberapa anggota dewan, antara lain : Muchrid Nasution, Aripay Tambunan, Sutrisno Pangaribuan dan Syah Affandin. Keempatnya menyarankan beberapa perwakilan untuk masuk ke ruangan untuk berdiskusi dengan mereka.

Dalam interaksi yang terjadi di ruangan, para pedagang meminta DPRD Sumut memanggil Walikota Medan duduk bersama pedagang. Lalu pedagang meminta adanya tindakan tegas kepada oknum Satpol PP yang arogan dalam bertugas dan terakhir meminta audit terhadap anggaran penertiban pedagang sebesar Rp3,1 milyar.

Komunikasi antara anggota legeslatif dan pedagang juga menguak adanya kutipan liar yang dilakukan terhadap mereka.

” Saya jualan lebih 20 tahun, dikutip iuran Rp20 ribu perhari,” ungkap Agustina.

Pernyataan tersebut disela Muchrid Nasution dan berkata kepada Agustina.

” Ada karcis atau kwitansi yang diberikan ketika ibu bayar ?” dan dijawab, “Tidak ada,” singkatnya.

Keempat anggota legeslatif setuju dengan diajukannya permasalahan mereka ke rapat dengar pendapat (RDP).

” Kami setuju, permasalahan pedagang akan kita masukkan ke Bamus (Badan Musyawarah) untuk RDP,” ungkap Syah Affandin.

Salah seorang perwakilan pedagang, Kurnia beru Surbakti, juga berkeluh kesah terhadap tindakan arogan Satpol PP.

” Satpol PP mengaku menertibkan pedagang, semua barang dagangan kami diangkat. Cabai saya diambil, 250 kilo. Kami datangi kantornya gak ada cabai saya, mau sama siapa lagi kami mengadu,” ungkapnya dihadapan para wakil rakyat.

Sutrisno Pangaribuan mengatakan secara kelembagaan belum bisa berbuat banyak namun secara pribadi dirinya meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk menghentikan penggusuran terhadap pedagang.

(Laporan dari Gedung DPRDSU, MB-03)

Loading...

Comments

comments

Pos terkait