Tidur di Kandang Entok, Warga Digusur Pelindo I Ngadu ke Dewan

example banner

Teks Foto :  Komisi A, B dan D Gelar Rapat di Aula Gedung DPRDSU, Senin (18/04/2016) sekira pukul 15.10 WIB. (Saf)

Medan Berita – Walau pun terjadwal pada Senin (18/04/2016) sekira pukul 14.00 WIB, namun penantian peserta rapat dengar pendapat dibuka jam 15.10 WIB, disebabkan baru hadirnya salah seorang pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut, Zulkifli Effendi Siregar. Ketika selesai membuka rapat 10 menit, ia pun meninggalkan rapat dan menyerahkannya kepada Ketua Komisi A, Sarma Hutajulu.

Selain masyarakat disuruh menunggu kehadiran pimpinan dewan, kini giliran masyarakat dipertontonkan perdebatan mereka antara dilanjutkan atau ditundanya rapat karena tidak lengkapnya berkas yang mereka terima.
Akhirnya dengan beberapa pertimbangan, rapat dilanjutkan. Giliran pertama bicara diberikan kepada masyarakat yang digusur oleh Pelindo I.

Siti Rahma, selaku utusan masyarakat mengatakan bahwa yang bermukim di kawasan belakang Polres Belawan, samping Polres Belawan dan Pantai Putri disurati pada tanggal 14 September 2014 oleh Pelindo untuk dikosongkan tanah yang diakui milik mereka. Lalu dua bulan kemudian disurati lagi.

” Karena digusur itu, rumah kami dirobohkan. Bahkan ada yang tidur di kandang entok,” ungkapnya.

Terakhir dalam pernyataannya sebanyak 116 kepala keluarga terpaksa hidup dalam ketakutan karena diintervensi oleh oknum Pelindo I.

Eriansyah selaku perwakilan Pelindo I mengaku semua tindakan atas nama perusahaan sudah sesuai prosedur.

” Sudah bekerja sesuai dengan mekanisme, kami memanggil camat untuk melakukan penggusuran,” tandasnya.

Rapat akhirnya diskors oleh Sarma Hutajulu dan meminta menghentikan segala aktifitas maupun penggusuran terhadap masyarakat. Anggota dewan juga berharap dilakukan musyawarah dengan masyarakat soal ganti rugi tanah.

(Laporan dari Gedung DPRDSU, MB-03)

Loading...

Comments

comments

Pos terkait