Buruh Laporkan Pengusaha PT Girvi Mas ke Polda Sumut

example banner

Teks Foto : Sekretaris FSPMI Sumut, Tony Rickson Silalahi (Pakai Topi) Didampingi Ketua KC FSPMI Deli Serdang, Rianto Sinaga saat menunjukan 2 Bukti Laporan Polisi di kantornya Jln. Medan – Tanjung Morawa, KM 13,1, Senin (18/04/2016). (WAU)

Medan Berita – Kesabaran buruh PT. Girvi Mas tampaknya sudah habis. Perlakuan semena – mena pengusaha pabrik sepatu tempat mereka bekerja yang beralamat di Jln. Raya Medan – Tanjung Morawa Km. 13, Kab. Deli Serdang Sumut akhirnya dilaporkan para buruhnya ke pihak Kepolisian Polda Sumut.

Bacaan Lainnya

Hal ini disampaikan Sekretaris Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumut, Tony Rickson Silalahi selaku pihak yang mengadvokasi buruh PT. Girvi Mas tersebut.

Tony, mengatakan pihaknya telah resmi membuat laporan polisi atas dua tindak pidana sekaligus terhadap pengusaha PT. Girvi Mas. Hal itu dibuktikan, dengan diterimanya dua bukti Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) dari Sentra Pelayan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumut, yakni STTLP nomor 463/IV/2016/SPKT dan STTLP Nomor 466/IV/2016/SPKT “I”, tertanggal 11 April 2016 lalu.

” Dua laporan tersebut adalah, satu laporan buruh atas nama Ima Sianturi dengan delik pidana ketenagakerjaan pasal 28 jo pasal 43 UU Nomor 21 tahun 2000 tentang kebebasan berserikat, kedua laporan atas nama buruh, Suliaetna dan kawan-kawan, tentang tindak pidana penggelapan iuran BPJS Ketenagakerjaan Pasal 372 KUHPidana,” ungkap Tony didampingi Ketua KC FSPMI Deli Serdang, Rianto Sinaga kepada Medanberita.co.id di kantornya, Jln. Medan – Tanjung Morawa KM 13,1, Senin (18/04/2016) sore.

Masih kata Tony, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap Ketua PUK FSPMI PT. Girvi Mas, Ima Sianturi tanpa alasan yang jelas adalah bentuk pemberangusan keberadaan FSPMI. Bukan hanya itu Iuran BPJS Ketenagakerjaan para buruh tidak disetorkan ke kantor BPJS oleh pengusaha sudah berlangsung selama 10 bulan, terhitung dari bulan Juni 2015 hingga saat ini. Padahal kata Tony, para buruh tiap bulan gajinya dipotong oleh pihak perusahaan untuk iuran BPJS Ketenagakerjaan.

Untuk itu ia berharap kepolisian Polda Sumut serius tanggapi laporan para buruh PT. Girvi Mas tersebut hingga sampai ke pengadilan.

” Ini jelas memenuhi unsur pidana ketenagakerjaan dan pidana umum, kita sudah siapkan alat bukti dan akan kawal kasus laporan di Polda Sumut sampai tuntas, ” tegas Tony.

(Laporan dari Poldasu, MB-14)

 

Loading…

Comments

comments

Pos terkait