Bawa Angkot Kencang, Tampubolon Ditoyor Pemuda Setempat

example banner

Medan Berita – Karena Angkot trayek Rahayu 103 yang dibawanya dianggap menyebarkan debu, saat melintas di depan Kampus Unimed, Jln. Pasar 5 Medan Estate, Aldo Tampubolon (20), dihadiahi bogeman mentah dari warga setempat berinisial, FS.

Tak senang dengan perlakuan FS, yang juga diketahui sebagai anggota ormas kepemudaan (OKP), pria yang tinggal di Jln. Selamat Ketaren, Desa Medan Estate inipun, mendatangi Mapolsek Percut Sei Tuan, guna membuat pengaduan atas hal yang dialaminya, Kamis (21/04/2016) sekira jam 15.00 WIB.

Diceritakannya, saat itu dirinya tengah melintas membawa 2 orang penumpang dari depan Kampus Unimed, dengan tujuan ke Aksara. Begitu hendak tancap gas, jalanan yang tandus dan gersang, membuat abu bertebaran hingga ke rumah FS yang berada tak jauh dari lokasi.

Merasa tak senang terhadap perlakuan korban, kemudian FS mengejar Tampubolon, dengan mengendarai kreta bersama rekannya. Setelah menegur korban, FS langsung melayangkan pukulan ke wajah korban sebanyak 5 kali.

Akibatnya, korban mengalami luka robek dibawah mata sebelah kanan hingga mengeluarkan darah serta benjolan dibagian kening usai ditoyor pelaku.

” Inilah bekas dipukulnya bang. Si FS itu, bersama temannya mengejarku naik kreta. Tapi kawannya gak ikut mukul,” kata Tampubolon, sembari menunggu membuat laporannya di Mako Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Percut Sei Tuan.

Ketika ditanya apakah ia melintas dengan angkotnya dengan kecepatan tinggi, ia menampiknya. Bahkan ia mengaku mencoba meminta maaf, namun pelaku, yang diketahui merupakan adik dari ketua OKP dikawasan tersebut, terus menghajarnya.

” Cemana mau kencang, didepan kampus Unimed itu macet. Padahal mobil lainnya juga lewat disitu, tapi dia (FS) langsung marah dan menumbuk mukaku sampai 5 kali. Habis itu dia pergi dan aku bilang sama abangku untuk ngawani buat laporan kesini (Polsek-Red). Aku kenal sama dia bang, dia adik ketua OKP disitu,” terangnya lagi.

Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, AKP Hendrik Temaluru, saat dikonfirmasi, mengaku belum mengetahui laporan tersebut.

” Belum tau kita, jika benar, akan kita proses,” singkatnya.

(Laporan dari Percut, MB-05)

Loading...

Comments

comments

Pos terkait