Korban Perampokan di Belawan Beberkan Ciri-ciri Pelaku

example banner

Medan Berita – Fadlan (29), korban yang selamat dari aksi perampokan kru Salam TV di Perairan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara membeberkan ciri-ciri pelaku yang menewaskan seorang rekannya. Dia menjelaskan, seorang pelaku membawa parang yang ingin menusuk dirinya memiliki ciri-ciri, bertubuh pendek, berkulit hitam, kekar dan rambutnya ikal.

” Kata si nahkoda kami, pelaku satu lagi yang bersiaga di atas perahu mereka, giginya boneng, badannya kurus dan kulitnya hitam,” ujar Fadlan saat dihubungi beberapa wartawan via telefon, Kamis (28/04/2016) sore.

Fadlan, seorang kru Salam TV berharap polisi segera menangkap dua perompak yang menewaskan rekannya, Zulfan (38) saat pulang syuting dari perairan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara.

Dia juga meminta agar dua pelaku yang belum diketahui identitasnya tersebut dijatuhi hukuman berat sesuai undang-undang yang berlaku.

” Segera tangkap dulu pelakunya. Teman saya sudah meninggal dunia. Harus dihukum seadilnya para perompak itu. Jika bisa hukuman mati,” kata Fadlan lagi.

Dia juga berharap 5 unit kamera dan peralatan lain senilai Rp150 juta yang dirampok oleh dua orang perompak tersebut dapat kembali.

” Harapan saya dapat kembali kamera yang diambil. Ini kami kerja dakwah. Itu kamera hasil dari sumbangan. Total semuanya Rp150 juta,” tandas Fadlan.

Bahkan Fadlan juga menuturkan kronologi tewasnya temannya, awalnya, kru Salam Tv berjumlah tiga orang yakni, Zulfan, Fadlan dan Safaruddin beserta seorang narasumber untuk program di Bulan Ramadan, Ustaz Abu Umail menumpangi kapal nelayan AL Izah milik Andi. Mereka berangkat pada Rabu 27 April 2016, pukul
06.30 WIB dari Kampung kolam Belawan.

Setelah selesai syuting mereka hendak kembali ke darat. Namun, dalam perjalanan kapal didatangi oleh sebuah perahu kayu dengan 2 orang awak. Lalu 2 orang tersebut meminta minum kepada kru Salam TV.
Lalu, Fadlan memberikan minuman berjumlah 2 botol kepada 2 orang tersebut, tiba-tiba seorang pelaku menarik tas yang berisi 2 camera dan barang lainnya yang bernilai Rp150 juta.

” Pelakunya 2 orang. Setelah tas ditarik ke perahu perompak itu, saya, bang Zulfan dan Andi lompat ke perahu mereka untuk mengambil tas. Saat bergumul saya mau ditusuk pakai parang oleh seorang pelaku,” sebut Fadlan.
Dia melanjutkan, saat bergumul dengan seorang pelaku yang membawa parang. Fadlan mendapat luka robek dibagian jari karena menahan parang yang hendak ditusukkan oleh pelaku.

” Lalu saya dan seorang pelaku terjatuh ke laut. Seperti ada yang dorong. Andi dan bang Zulfan masih di atas kapal perompak. Sedangkan Ustaz dan pak produser (Safaruddin ) masih di perahu kami. Pada saat kejadian kondisi kedua perahu masih melaju terus. Namun, tiba-tiba perahu kami mati. Mereka naik perahu kecil, namun mesinnya lebih bagus,” ujarnya.

Setelah itu, Fadlan melihat Andi dipukul dibagian badan menggunakan rantai oleh pelaku yang ada di atas kapal perompak. Andi lalu terjatuh ke laut.

” Sedangkan bang Zulfan dipukul pakai balok kayu dibagian kepala. Dia lalu jatuh ke laut juga. Lalu mereka kabur. Seingat saya, yang lari itu hanya satu orang di atas perahu. Sedangkan satu orang yang jatuh saat berantam dengan saya hilang. Enggak kelihatan lagi, semoga saja dia mati. Tapi kalau mati, kok mayatnya tidak ada kelihatan,” ungkap Fadlan heran.

Setelah para perompak kabur, Fadlan menyelamatkan diri dengan berenang menuju perahu yang mereka tumpangi.

” Saya berenang. Tapi jarak saya ke bang Zulfan lebih jauh lagi. Disana Andi mencoba menyelamatkan bang Zulfan. Kondisi saat itu bang Zulfan pingsan,” jelasnya.

Karena kondisi mesin perahu yang mereka tumpangi mati. Ustaz Abu dan Safaruddin mencoba menyelamatkan Zulfan dengan mendayung perahu menggunakan kayu.

” Saya sudah di perahu. Karena mesin mati. Mereka mendayung menggunakan kayu. Jarak ke bang Zulfan dan Andi jauh. Lama kami sampai ke tempat mereka jatuh. Disitu Andi merangkul bang Zulfan supaya tidak tenggelam,” tambah Fadlan.

Setelah memakan waktu cukup lama, perahu yang mereka tumpangi akhirnya sampai ke lokasi Zulfan dan Andi. Namun, karena Zulfan tidak sadarkan diri dan Andi juga terluka, tubuh Zulfan sulit diangkat ke perahu.

” Pertama ada nelayan lewat. Tapi tidak mau menolong kami. Lalu ada nelayan yang dekat datang dan membantu mengangkat bang Zulfan. Setelah diangkat baru kami tahu bang Zulfan sudah tidak ada. Mulutnya bukan keluar air lagi, tapi sudah keluar bui,” tutur Fadlan menerangkan.

Terpisah, Kabid Humas Poldasu melalui Kasubbid Penmas AKBP MP. Nainggolan ketika dikonfirmasi mengatakan kasus ini masih tahap penyelidikan.

” Kita akan tangani kasus ini sebaik-baiknya dan anggota kepolisian masih melakukan pencarian untuk mengungkap siapa sebenarnya pelakunya yang hingga kini belum terungkap,” pungkasnya.

(Laporan dari Medan, MB-06)

Loading...

Comments

comments

Pos terkait