Oknum PNS Poldasu Aniaya Bocah, Kuasa Hukum Surati Kapolda

example banner

Teks Foto : Magdalena bersama Anaknya Fadila Fajar saat menjelaskan kepada wartawan kejadian penganiayaan yang dilakukan oknum PNS Poldasu, Kamis (28/04/2016). (An)

Medan Berita – Pertemuan antara keluarga korban penganiayaan Fadila Fajar (10) dengan tersangka Darmawan Cs seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja di Mako Poldasu dihadiri oleh BAPAS ( Balai Permasyarakatan) di ruang unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polsek Percut Sei Tuan tampaknya tidak menemukan titik temu perdamaian.

Kata Kuasa Hukum, Fringgo Julianto, SH saat ditemui awak media ini, Kamis (28/04/2016), oleh karena itu, Fringgo akan melanjutnya kasus ini sampai tingkat pengadilan.

” Hasil rapat tadi bang tidak ada titik temu antara Darmawan Cs dengan klien saya dan saya akan melanjutkan perkara ini sampai ke persidangan bang. karena saya lihat tidak ada etikad baik tersangka kepada klien saya,” ungkap Fringgo.

Lanjut Fringgo mengatakan selain perkara penganiayaan terhadap kliennya diteruskan, sebagai Advokat, dirinya sudah menyurati Kapolda Sumut terkait penganiayaan yang menimpa kliennya tersebut.

” Saya bang sudah menyurati Kapolda Sumut, terkait penganiayaan yang dilakukan Darmawan bersama ketiga anaknya bernama Agung, Habib, dan balqis terhadap Fadila Fajar yang masih berusia 10 tahun itu,” tegasnya.

Saat dikonfirmasi wartawan Fadila Fajar (korban) mengatakan hingga saat ini dirinya takut keluar rumah dan jika berangkat ke sekolah selalu ditemani orang tuanya .

” Ya om, aku takut keluar rumah dan takut bermain main. aku takut jumpa mereka ( tersangka) dan aku ke sekolah selalu diantar sama mamak om karena takut jumpa mereka lagi om,” keluh korban.

Sementara menurut penjelasan ibu korban (Maghdalena) mengatakan anak laki-lakinya itu (Fadila Fajar-Red) mengalami trauma phisikis sehingga kegiatan dan akitifitas korban sehari- hari terbatas.

” Setelah kejadian penganiayaan tersebut, Fadila Fajar sering mengurung diri di rumah, kemudian jika tak diantar ke sekolah, anak saya itu tidak mau masuk sekolah, kali karena trauma dengan perbuatan pelaku,” jelas ibu korban.

(Laporan dari Medan, MB-05)

Loading...

Comments

comments

Pos terkait