Polisi Paparkan Pelaku Pembunuh Dosen UMSU

example banner

Teks Foto : Bersama Anggota, Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto Didampingi Kasat Reskrim, Kompol Aldi Subartono saat menunjukan barang bukti dan memaparkan tersangka di Halaman Mako Polresta Medan, Selasa (03/05/2016). (Rez)

Medan Berita – Polresta Medan dan unit Reskrim Polsek Medan Timur berhasil meringkus pelaku pembunuhan Dosen Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) yang terjadi di Kampus UMSU, Jln. Mukhtar Basri, Kec. Medan Timur, Senin (02/05/2016) sore.

Adapun motif pelaku melakukan pembunuhan terhadap korban dikarenakan diancam nilai jelek. pelaku pembunuhan Nurain Lubis (63), tidak lain adalah RMS, seorang mahasiswa semester VI di Fakultas FKIP, pelaku menikam leher dosennya hingga sebanyak 10 kali tusukan dan menyayat nadi tangan korban.

Kata Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto yang didampingi Kasat Reskrim Kompol Aldi Subartono dan Kanit Pidum, AKP Bayu Samara Putra saat memaparkan Pelaku di halaman Mako Polresta Medan, Selasa (03/05/2016) siang.

Awalnya Kepolisian Polresta Medan dan Polsek Medan Timur mendapat kabar bahwasanya ada kasus Pembunuhan didalam Kampus UMSU, selanjutnya personil dikerahkan karena mahasiswa ingin menghakimi pelaku. Sekalipun mendapat tantangan dari ratusan mahasiswa dalam suasana mencekam, kepolisian tidak gentar dan tetap melakukan penangkapan terhadap pelaku.

Terungkap kasus ini, Berkat laporan keluarga dari korban, sesuai laporan polisi nomor:LP/1142/K/V/2016/RESTA/Medan tanggal 02 Mei 2016. atas nama M Iqbal Fathani dan diketahui Korban Dra. Nurain Lubis (63) warga Kapten Muslim Komplek DLLAJ No.80-J Medan Helvetia dan korban akhirnya meninggal di RS Imelda Medan.

” Saat korban berjalan ke arah kamar mandi, kemudian pelaku berdiri. Tepat didepan pintu kamar mandi wanita, begitu korban keluar, pelaku langsung menyorong korban kedalam dan mengambil pisau dan memotong nadi korban, karena ditangkis akhirnya pelaku langsung menikam leher korban dengan bertubi-tubi sebanyak 10 kali,” ujar Kapolresta Medan mengungkapkan.

Berdasarkan pengakuan pelaku kepada penyidik, terjadinya pembunuhan dilatar belakangi motif dendam. Pelaku sakit hati dan dipendamnya selama 1 bulan dikarenakan korban selalu memarahi pelaku saat sedang mengajar dilokal.

” Korban juga sering mengancam akan memberikan nilai jelek, karena pelaku tidak mengikuti mata kuliah yang diajarkan oleh korban. Pelaku juga selalu dimarahin korban dengan mengeluarkan pelaku dari ruangan kuliah. apabila pelaku tidak membawa buku dan tidak memakai baju kemeja. Korban juga mengeluarkan pelaku dari ruangan,” ujar Kapolresta.

Lebih lanjut perwira dengan pangkat tiga melati dipundak ini mengatakan bahwa penyidik Polresta Medan telah meminta keterangan 5 orang Saksi yakni, M Iqbal Fathani anak kandung korban, Andiko Susilo Security Kampus UMSU (saksi yang mengangkat/menggotong korban dan membawa ke RS Imelda, Ahmad Safii seorang Mahasiswa saksi yang duduk di kantin Fakultas Ekonomi dan mendengar korban menjerit, Syarif seorang pengawas gedung fakultas ekonomi, Irman Zebua seorang security saksi membantu untuk mengangkat korban.

” Barang bukti turut disita kepolisian diantaranya 1 unit sepeda motor jenis Supra X warna hitam BK 2174 UL,1 buah pisau gagang kayu,1 jaket warna hitam,1 buah topi warna biru, 1 buah martil. Atas kejadian itu, pelaku akan dijerat Pasal 340 Subs 338 KUHPidana,” tegas Kapolresta Medan.

(Laporan dari Medan, MB-06)

 

Loading...

Comments

comments

Pos terkait