Anggota DPRD Sumut dan Warga Minta Dua Pelaku Penganiayaan Ditangguhkan

example banner

Teks Foto : Anggota DPRD Sumut, Sutrisno Pangaribuan, ST bersama warga Garamenia saat berada di Polsek Sunggal, Selasa (10/05/2016). (Mus)

Medan Berita – Anggota DPRD Sumut, Komisi C, Sutrisno Pangaribuan, ST bersama puluhan warga Garamenia Medan Sunggal mendatangi Polsek Medan Sunggal, Jln. TB. Simatupang, Selasa (10/05/2016).

Kedatangan Wakil Rakyat bersama para warga untuk meminta kepada pihak Polsek Sunggal agar kedua pelaku penganiayaan atas nama UM (63) warga Jln. Lembaga Pemasyarakatan, Gg. Horas, Kec. Medan Sunggal dan AM (67) warga Dusun 19, Pasar IV, Kelambir V Kebun, Kec. Hamparan Perak terhadap korban Abdul Rahman Sayuti Saragih (Bistok) dilakukan penangguhan penahanan mengingat kedua pelaku adalah termasuk sudah katagori ujur.

” Kedatangan saya hanya sebagai penjamin dalam kasus penganiayaan ini, dimana mengingat kedua pelaku sudah berumur 60 tahun keatas, dan saya harap polisi bersedia untuk melakukan penangguhan terhadap keduanya meskipun berkasnya dilanjutkan,” ungkap Sutrisno di Mako Polsek Sunggal.

Informasi yang dihimpun Medanberita.co.id di Polsek Sunggal menyebutkan warga akan kembali mendatangi Polsek Sunggal dengan membawa peralatan dapur dan tilam untuk menginap di halaman Polsek Sunggal apabila pihak Kepolisian tidak mengabulkan penangguhan kedua pelaku tersebut.

Sementara korban Abdur Rahman Sayuti Saragih yang dikonfirmasi melalui telephone selulernya terkait permintaan penangguhan penahanan terhadap kedua pelaku pengeroyokan terhadap dirinya mengatakan, “ Meminta kepada pihak Polsek Sunggal agar tidak memberikan penanguhan penahanan, karena negara ini adalah negara hukum, bukan negara koboi,” ujar korban yang akrab disapa Bistok.

Adapun peristiwa yang menimpa korban Abdur Rahman Sayuti Saragih terjadi pada tanggal 02/04/2016, saat korban posisi sendirian di dalam rumah didatangi ratusan warga bersama kedua pelaku dan langsung melakukan penyerangan ke rumah korban dengan menggunakan batu dan kayu. Akibatnya rumah korban rusak dan kaca berpecahan, beruntung korban yang sempat dianiaya kedua pelaku berhasil melarikan diri ke ujung jalan dengan posisi terluka .

Istri korban Intan Bunga Sari boru Pohan (44) yang mengetahui suaminya dikeroyok dengan kondisi terluka langsung mendatangi Polsek Sunggal guna membuat laporan Polisi. Selanjutnya petugas Polsek Sunggal berhasil mengamankan diantaranya kedua pelaku bernama UM dan AM.

 

(Laporan dari Medan Sunggal, MB-02)

Loading...

Comments

comments

Pos terkait