Klinik Budi Mulia Dijadikan Tempat Aborsi, Pelaku Diancam 10 Tahun Penjara

example banner

Teks Foto : Para pelaku Aborsi usai digelandang ke Mapoldasu, Senin (09/05/2016). (Rez)

Medan Berita – Ditreskrimum Poldasu Subdit III/Jahtanras melakukan penggerebekan Klinik Budi Mulia yang merupakan Klinik untuk melakukan Aborsi (menggugurkan kandungan) di Jln. Medan-Binjai Km 13,5 Desa Sei Mayang, Kab. Deliserdang, Senin (09/05/2016) sore.

Bacaan Lainnya

Dari hasil penggerebekan itu, Poldasu akhirnya menetapkan dua orang Dokter, satu bidan dan satu pasien yang aborsi sebagai tersangka.

” Empat orang ditetapkan sebagai tersangka dua dokter berinisial S dan ES, satu bidan berinisial RA dan Pasien inisial L, untuk pasien berinisl L saat ini masih dilakukan perawatan di salah satu rumah sakit,” ujar Kabid Humas Poldasu melalui Kasubbid Penmas AKBP M.P Nainggolan kepada wartawan, Selasa (10/05/2016) siang di ruang kerjanya.

Lanjut dikatakannya bahwa Klinik ini sudah ratusan kali melakukan pengguguran terhadap pasien-pasiennya.

” Klinik ini sudah melakukan aktivitas Aborsinya sejak tahun 2013, setiap tahunnya sekitar 30 bayi yang digugurkan (Aborsi),” ujarnya menerangkan.

Selain mengamankan para pelaku, kepolisian turut mengamankan 15 bungkus plastik berikut beberapa barang bukti lainnya.

” Lima belas bungkus plastik berisikan diduga Orok bayi, tapi itu masih dilidik kebenarnya di Laboratorium Forensik untuk hasil yang sebenarnya,” kata AKBP MP Nainggolan.

Dalam hal itu, kepolisian menetapkan dan menjerat para pelaku dengan undang-undang kesehatan.

” Pelaku melanggar undang-undang Kesehatan No 36 tahun 2009 dan Pasal 75 Junto Pasal 194 dengan ancaman 10 tahun dan atau pasal 349 junto 348 KUHPidana,” ujarnya menerangkan.

Namun saat ditanya wartawan apakah izin Klinik akan dicabut atau diberhentikan. Dengan tegas perwira dengan pangkat dua melati emas dipundak ini mengatakan bahwa hal itu tidak ada hubungannya dengan kepolisian.

” Terkait izinnya akan dicabut tidak ada hubungannya dengan kepolisian, tanyakan dengan Dinas Kesehatan” ungkapnya menerangkan.

(Laporan dari Mako Poldasu, MB-06)

 

Loading…

Comments

comments

Pos terkait