Banjir Bandang Air Terjun Dua Warna Disebabkan Adanya Praktek Ilegal Logging

example banner

Medan Berita – Ketua Komisi A DPRD Sumut, Sarma Hutajulu, SH mendesak Kepolisian agar mengusut tuntas dari adanya praktek Ilegal Logging yang terjadi di daerah Sibolangit Deliserdang / maupun Tanah Karo. Kemungkinan besar, akibat adanya praktek Ilegal Logging di daerah tersebut. Tidak menutup kemungkinan bahwa banjir Bandang itu disebabkan bahwa adanya praktek-praktek Ilegal Logging, bukan karena Bencana Alam.

Hal tersebut diutarakannya saat diwawancarai wartawan di ruang kerjanya, Rabu (18/05/2016) sore.

” Pertama Komisi A Turut prihatin dan mengucapkan belasungkawa terhadap keluarga korban dan kita harapkan kedepannya tidak akan terjadi lagi hal seperti ini,” ujarnya.

Namun, dengan adanya peristiwa ini mengungkap temuan yang besar. Diantaranya terungkap bahwa di lokasi kerap terjadi praktek Ilegal Logging (penebangan kayu secara Ilegal).

” Banyak pihak menduga bahwa kejadian itu tidak murni bencana alam, kita meminta aparat berwajib (polisi)dan Pemkab Deliserdang mengungkapnya. Dihulu sudah terjadi perambahan hutan dan semestinya itu hutan lindung, pemerintah tidak boleh melepas kasus ini. Terutama kepolisian dan dinas Kehutanan,” kata Sarma.

Bahkan terkait banjir bandang ini menimbulkan tanda tanya, terutama ke Pemkab Deliserdang.

” Pemkab Deliserdang jangan hanya mengutip retribusi dari Parawisatanya saja, Pemkab jangan buang badan atas peristiwa ini, apalagi korbannya kebanyakan Mahasiswa dan kita harapkan dapat menjadi penerus negara ini,” cetusnya.

Adanya banjir Bandang ini, Kedepannya Komisi A DPRDSU akan terus mendesak Pemkab agar selalu memperhatikan masyarakatnya (pengunjungnya) dan jangan hanya bisa mengutip Restribusi dari tempat Parawisata.

” Seharusnya pengelolah tempat Parawisata dekat Sungai, Laut, Pantai, Danau sudah ada Air Warning Sistem, agar dapat diketahui kapan suatu dalam berbahaya atau tidak. Pemkab harus betul-betul memikirkan sistemnya dan diutamakan keselamatan pengunjung. Air Terjun dua warna harus diusut karena sudah menimbulkan korban jiwa,” ungkap wanita berambut pendek ini menegaskan.

Terkait dengan Ilegal Logging yang terjadi di lokasi, Komisi A akan mengundang pihak-pihak terkait untuk menuntaskannya.

” Kita akan undang Instansi terkait, terutama Dinas Kehutanan Provsu dan Deliserdang/Tanah Karo, Basarnas, Dinas Parawisata Deliserdang, Pemkab Deliserdang, Kepolisian, TNI dan Instansi-Instansi lainnya yang dianggap bersentuhan dengan kasus ini. Dinas Kehutanan Provinsi harus bertanggung jawab dan bisa menjelaskan apa yang terjadi disana. Apakah betul akibat Ilegal Logging ataupun alih fungsi hutan,” tegasnya.

Akibat dari banjir Bandang di Air Terjun Dua Warna Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deliserdang ini, Puluhan mahasiswa menjadi korban, Ranger (pemandu) tempat parawisata Air Terjun Dua Warna juga turut menjadi korbannya.

(Laporan dari Gedung DPRDSU, MB-06)

Loading...

Comments

comments

Pos terkait