Anggota Dewan Diduga Palsukan Akte Tanah

example banner

Medan Berita – Oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) inisial JS, yang dilaporkan saudara kandungnya, Mananti Sigalingging, ke Polda Sumut akan diperiksa Subdit I Kamneg Ditreskrimum Poldasu, Senin (30/05/2016).

Namun, Kasubdit I Kamneg Ditreskrimum Poldasu, Kompol Darpin Purba yang dihubungi Wartawan, Rabu (25/05/2016) siang mengaku tidak mengetahui kasus tersebut dikarenakan dirinya baru menjabat.

Menurut perwira berpangkat satu melati emas ini, pihaknya tidak berani memberi keterangan karena tidak ada izin dari Direktur Ditreskrimum, Kombes Pol Dono Indarto.

” Saya belum mengetahui kasus itu, saya belum berani kasih keterangan, lagian kalau mau konfirmasi jangan sama sayalah, sama pak Direktur aja atau ke Kabid Humas saja,” ujarnya.

Terpisah, Kabid Humas Poldasu, AKBP Rina Sari Ginting yang dihubungi Wartawan sebelumnya mengaku belum mengetahui perkembangan kasus tersebut.

” Saya tahu kasusnya, tetapi saya bukan penyidiknya, jadi nanti saya tanya dulu dan saya cek dulu,” ujarnya melalui telepon seluler.

Saat kembali ditemui wartawan, perwira berpangkat dua melati emas ini mengatakan bahwa saat ini sudah tiga orang saksi diperiksa dalam kasus tersebut, dan rencananya Senin, terlapor atau anggota Dewan Sergai akan diperiksa Poldasu.

” Sudah tiga saksi kita periksa, Senin Anggota Dewannya diperiksa masih sebagai status saksi,” ujarnya.

Sebelumnya JS Warga Dusun Suka Tani, Desa Suka Damai, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Sergai, itu dilaporkan terkait kasus dugaan tindak pidana menempatkan keterangan palsu dalam akta otentik pada Sertifikat Tanah No. 167 di Desa Laut Dendang, Kecamatan Percut Seituan.

Kepada wartawan di Mapolda Sumut, pelapor Mananti Sigalingging, warga Jalan Pertahanan, Desa Laut Dendang, Kecamatan Percut Seituan, mengatakan dirinya melaporkan adik kandung (JS-Red) mewakili saudaranya yang lain. Mereka menduga JS yang merupakan anak bungsu dari 9 bersaudara itu telah menempatkan keterangan palsu dalam sertifikat tanah ayah mereka, Sabam Sigalingging.

Laporannya yang mewakili keluarga tercatat dalam laporan polisi di Mako Polda Sumut No: STTLP/610/V/2016/SPKT II. Dalam laporan yang diterima Ka Siaga SPKT II Poldasu, Kompol Karmudin Nadeak, Mananti Sigalingging mengaku pihaknya dirugikan kurang lebih Rp.1 miliar dalam kasus itu.

“ Awalnya, JS mendatangi kami dan meminta izin meminjam surat tanah orang tua untuk digadaikan sebagai modal usahanya. Namun sekira sebulan lalu saya mengetahui JS telah mengganti surat tanah itu menjadi miliknya. Itu saya ketahui karena rumah orang tua kami dirobohkan dan akan dibangunnya,” ujarnya.

Ditambahkannya, dalam laporan ke Poldasu itu. Dirinya telah menyertakan sejumlah bukti, antara lain sertifikat tanah yang diduga berisi keterangan palsu, akta dari notaris, serta surat kuasa dari ahli waris yang lain.

Dalam proses penanganan kasus itu, Mananti menyebut dirinya juga telah diperiksa penyidik Unit 2 Subdit I/Kamneg Ditreskrimum Poldasu.

“ Saya sudah menjalani pemeriksaan di Unit 2 Subdit I/Kamneg Ditreskrimum Poldasu. Saya berharap penyidik dapat segera menuntaskan kasus ini,” ungkapnya.

 

(Laporan dari Poldasu, MB-06)

 

Loading...

Comments

comments

Pos terkait