Habisi Nyawa Susanto, Pelaku Ngaku Dibayar Rp.3 Juta

example banner

Teks Foto : Pelaku saat diintrogasi Kapolsek Percut Sei Tuan di Ruang Penyidik. (An)

Medan Berita – Terkait tewasnya Almarhum Susanto alias Ciplek (41) warga Jln. Beringin, Gg. Tomat Pasar VII Tembung, Percut Sei Tuan, Deli Serdang, terkuaklah bahwa untuk menghabisi nyawa korban, pelaku mengaku dibayar Rp.3 juta.

Menurut penuturan satu dari tiga pelaku inisial SH yang berhasil diringkus tim gabungan, Kamis (23/06/2016) pagi mengaku jika ia diiming-imingi uang sebanyak Rp.3 juta oleh H yang merupakan bandar besar narkoba untuk menyiramkan soda api kepada korban hingga tewas.

” Saat kejadian aku kira korban sudah tewas. Namun aku tau tau pasti korban saat itu sudah tewas atau tidak. Saat menyiramkan soda api itu, kami berpencar, dan aku lagi ke seputaran pinggiran sungai. Saat ditangkap aku tau pasti jika korban sudah tewas. Uang yang dijanjikan H belum ada kuterima,” akunya ketika diwawancarai Wartawan sembari menambahkan jika wajahnya juga terkena percikan soda api.

Sebelumnya, Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Lesman Z didampingi Kanit Reskrim, AKP Hendrik Temaluru mengatakan dari hasil interogasi terhadap SH, motifnya melakukan penganiayaan yang menyebabkan korbannya tewas dikarenakan Susanto disebut-sebut sebagai informan polisi.

” Abang kandung SH ditangkap Polsek Medan Baru belum lama ini karena terlibat kasus narkoba. H yang mengetahui abang dari SH ditangkap, langsung memanggil R supaya memberitakukan kepada SH jika penyebab tertangkapnya abangnya adalah Susanto yang disebut-sebut sebagai informan polisi,” kata Kapolsek.

Senin malam, sambung Kapolsek, SH yang sudah diberitahui oleh R yang menyebabkan abangnya ditangkap, keduanya langsug menuju rumah H di Jln. Beringin, Pasar VII, Tembung. Setelah bertemu, H memberikan botol air mineral berisi soda api kepada R supaya menyerahkannya ke SH dan selanjunya agar menyiramkannya ke korban. Setelah SH menyiramkan air soda kepada korban, H mengatakan kepada SH supaya mengambil upah sebesar Rp.3 juta kepada R.

” Selasa dinihari, SH, R dan H mencari Susanto di Gg. Sukon. Akhirnya Susanto ditemukan di dalam pos OKP bersama seorang wanita yang disebut-sebut sebagai istri korban. Tak lama wanita itu pulang ke rumahnya dan R memberikan botol air mineral berisi soda api tersebut. Saat itu juga SH tiba-tiba memaksakan korban meminum soda api dan langsung menyiramkannya ke sekujur tubuh korban hingga melepuh. Melihat korban tak berdaya dan dikira tewas, para tersangka langsung kabur,” ujarnya.

Sambung Kapolsek, Kamis pagi akhirnya tersangka SH diringkus di Jln. Aksara ketika tidur-tiduran di depan Ruko milik warga.

” Saat ini kedua tersangka berinisial H dan R masih dalam pengejaran kita dibantu Sat Reskrim Polresta Medan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Susanto alias Ciplek ditemukan tewas mengenaskan dengan kondisi sekujur tubuh melepuh akibat disiram soda api yang dilakukan 3 orang diduga bandar narkoba, Selasa (21/06/2016) pagi di Gg. Sukon tak jauh dari rumahnya.

Selanjutnya jenazah korban yang sempat disemayamkan pihak keluarga di rumah duka, langsung dievakuasi personil Polsek Percut Sei Tuan ke RS Bhayangkara Medan, Jln. Wahid Hasym, Kec. Medan Baru guna keperluan autopsi.

 

(Laporan dari Percut, MB-05)

 

 

Loading...

Comments

comments

Pos terkait