Tak Tau Sebab, Kepala Tukang Tempel Ban Dibacok

example banner

Teks Foto : Kondisi  Berlumurah Darah, Nurdin saat di Polsek Percut Sei Tuan. (An) 

Medan Berita – Dengan kondisi berlumuran darah, Nurdin Panjaitan (32) untuk yang kedua kalinya kembali mendatangi Polsek Percut Sei Tuan, Rabu (06/07/2016) sore. Sambil mengerang kesakitan, pria yang bekerja sebagai tukang tempel ban ini mengatakan dirinya dibacok dengan sebilah parang oleh Pak Itam.

Kronologis kejadian, Selasa (05/07/2016) sore, sekira pukul 16:00 WIB, saat Nurdin warga Jln. Letda Sudjono Baru Satu, Kec, Medan Tembung, sedang menyetel rantai sepeda motor milik Syahputra Lubis (31) di kios tempel ban miliknya yang berada persis di depan Rumah Makan Ayam Penyet Jakarta, Jln. Letda Sudjono.

Ketika tengah asyik bekerja, tiba-tiba korban didatangi pria yang sering disapa Pak Itam (45) warga Jln. Mandailing, Perumnas Mandala dan meminta 2 botol bensin eceran yang telah diisi kedalam botol air mineral. Anehnya, seketika korban akan memberikan minyak yang diminta, pelaku langsung merampas botol air mineral berisi bensin dan langsung menyiramkan satu botol ke Ruko yang ada dibelakang kios tempel ban milik korban tersebut.

Sementara satu botol lagi disirimkannya ke arah korban. Tak senang disiram bensin, korbanpun bertanya kepada pria tersebut tentang apa kesalahannya. Bukannya meminta maaf, pelaku malah mengambil sepotong besi yang berada disamping alat memasak ban dalam. Beruntung, Syahputra Lubis, pemilik sepeda motor yang rantainya sedang diperbaiki korban sempat menangkap besi yang hendak dipukulkan pelaku ke arahnya.

” Entah apa maksud dia (Pak Itam). Tiba-tiba datang langsung minta minyak sambil bentak-bentak. Pas mau dikasih minyak itu langsung dirampasnya terus langsung disiramkannya samaku. Pas aku tanya apa maksud dia kayak gitu, langsung merepet-merepet gak jelas dia,” ujar Nurdin sembari memegangi kepalanya yang bocor.

Masih dijelaskan Nurdin, karena gagal memukul kepalanya, pelaku lalu pergi dari kios tempel bannya menuju warung kopi disamping kiosnya. Sesampainya di warung kopi, pelaku masih tetap berusaha untuk menganiaya dirinya dengan cara melemparkan gelas ke arahnya, namun tak sampai terjadi karena sempat dihalangi orang yang ada di warung kopi.

Setelah gagal melempar, lanjut korban menjelaskan, tiba-tiba pelaku kembali mendatanginya sambil menenteng parang dengan menyembunyikan dibagian belakang badannya. Setelah dekat tanpa ragu pelaku langsung mengayunkan parang tersebut ke kepala korban. Akibatnya, darah segarpun langsung mengucur deras hingga baju yang dipakai korban juga terkena noda darah.

” Yang pastinya saya gak tahu apa maksud dia (Pak Itam) tiba-tiba menyerang saya. Apalagi saya belum pernah ada masalah sama dia,” pungkas korban.

Syahputra Lubis selaku saksi mata di lokasi kejadian menambahkan peristiwa pembacokan korban sebelumnya disaksikan oleh dirinya langsung.

” Saat itu suasana sudah tenang bang. Kami kira sudah amanlah, tapi tak kami sangka pelaku kembali mendatangi bengkel korban dengan menenteng sebilah parang, dan ketika sampai di bengkel pelaku langsung menghayunkan parang itu ke kepala korban, seketika darah segar langsung keluar dari kepala korban. Melihat korban sudah berlumuran darah, pelaku langsung lari dibantu rekannya dengan menggunakan sepeda motor ke arah Jln. Letda Sudjono bang. Tanpa pikir panjang, korban (Nurdin) langsung kami bawa ke kantor polisi guna membuat laporan polisi,” terang Lubis seraya menyebut korban sempat dirawat nginap di RS. Asrama Haji Medan.

Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Lesman Zendrato melalui Kanit Reskrim, AKP Hendrik Temaluru saat dikonfirmasi mengatakan, akan segera memproses laporan korban.

” Akan kita proses laporan korban secepatnya,” singkat Hendrik.

 

(Laporan dari Percit, MB-05)

Loading...

Comments

comments

Pos terkait