Peras Warga Pakai Klewang, LAA Diringkus Polisi

example banner

Teks Foto : Pelaku LAA Usai Diringkus Petugas ke Mako Polsek Percut Sei Tuan. (An)

Medan Berita – Satu dari 4 preman berinisial LAA (30) warga Jalan Seriti Perumnas Mandala, Percut Sei Tuan, Deli Serdang diringkus personil Sabhara Polsek Percut Sei Tuan, Minggu (10/07/2016) pukul 19.00 WIB. Preman tersebut diringkus karena sering memeras warga dengan menggunakan senjata tajam jenis klewang.

Informasi yang dihimpun Medanberita.co.id, aksi pemerasan dan pengancaman tersebut sudah sering terjadi dialami korban. Puncaknya pada Minggu siang, dimana korbannya Ramses Doloksaribu (45) dan istrinya tengah duduk-duduk di rumah gubuk miliknya Jalan Garuda Perumnas Mandala, tepatnya dibawah jembatan tol.

Tiba-tiba LAA dan 3 rekannya yang menenteng klewang mendatangi rumah gubuk korban sembari berteriak memanggil-manggil Ramses. Korbanpun berjalan keluar, dan pelaku meminta sejumlah uang kepadanya dengan alasan uang keamanan. Lantaran tak memiliki uang, korban tak bisa menuruti permintaan pelaku.

Para pelaku tak terima dan langsung mengancam korban akan kembali lagi besok untuk meminta uang yang dimaksud. Selanjutnya pelaku meninggalkan lokasi. Lantaran merasa nyawanya terancam, korban langsung mendatangi Polsek Percut Sei Tuan. Personil Sabhara yang mendapat laporan tersebut langsung menuju ke lokasi, dan meringkus LLA seorang diri tengah duduk santai di bawah jembatan tol. Pelaku kemudian diboyong ke Mako guna menjalani pemeriksaan intensif.

Kepada wartawan, Ramses mengungkapkan aksi pemerasan dan pengancaman yang dilakukan pelaku terhadapnya sudah berlangsung 1 bulan. Dikatakannya, sekitar 1 bulan lalu para pelaku mendatanginya sembari meminta uang keamanan. Korbanpun memberi uang Rp.30 ribu, namun pelaku menolaknya dan meminta lebih. Karena ketakutan korbanpun kembali memberikan uang Rp 50 ribu.

” Hingga seterusnya pelaku meminta uang keamanan, dan saya tak memberinya lagi. Sekitar 1 minggu lalu rumah gubuk saya dibakar pelaku. Beruntung warga yang lain langsung memadamkan api, sehingga tak membakar gubuk saya. Terakhir saya diancam Minggu siang, makanya saya melapor ke polisi,” katanya.

Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto ketika dikonfirmasi mengatakan, walaupun belum cukup bukti adanya pemerasan, pihaknya sudah perintahkan Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Lesman Z untuk tetap menahan pelaku, yang nantinya dikenakan Pasal Undang-Undang Darurat karena memiliki senjata tajam.

” Tidak ada istilah damai antara pelaku dan korban, ataupun tak cukup bukti. Sudah saya perintahkan supaya kasusnya lanjut,” tegasnya.

 

(Laporan dari Percut, MB-05)

Loading...

Comments

comments

Pos terkait