Api dan Asap Tebal Masih Terlihat Dalam Gedung Pasar Aksara

example banner

Teks Foto : Gedung Aksara yang Terbakar. (An)

Medan Berita – Pasca kebakaran gedung Pasar Tradisional Aksara dan Buana Plaza Ramayana Medan yang berlokasi di Jln. Aksara/Jln. Prof HM. Yamin, Kec. Medan Tembung hingga, Rabu (13/07/2016) sore. Asap tebal masih terlihat jelas di dalam gedung berlantai 6 tersebut.

Informasi yang dihimpun Medanberita.co.id di lokasi, sejak hari Rabu pukul 00:00 WIB, hujan deras melanda Kota Medan dan sekitarnya. Seribuan orang yang memadati lokasi di sepanjang jalan untuk melihat kebakaran, langsung berhamburan dan pulang ke rumahnya masing-masing. Sedangkan arus lalu lintas kembali lancar. Hingga pukul 02:00 WIB, api masih marak walaupun hujan tetap turun.

Tampak Petugas Pemadam Kebakaran (P2K) tetap berusaha melakukan pemadaman api. Namun P2K kewalahan lantaran hujan disertai angin kencang tak membuat api dapat padam. Sesekali ledakan gas di dalam gedung terdengar. Tak jauh dari lokasi kebakaran terlihat jelas petugas kepolisian dari Polresta Medan, Brimobdasu dan Polsek Percut Sei Tuan bersenjata lengkap, sedang melakukan penjagaan guna mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.

Hingga pukul 07:00 WIB, P2K tetap menyemprotkan air ke dalam gedung. Sementara petugas kepolisian melakukan pengaturan lalulintas yang mulai padat. Sedangan seribuan orang kembali memadati seputaran lokasi kebakaran.

Sekira pukul 09:00 WIB, suasana di lokasi mendadak heboh, lantaran sisi tembok bangunan Pasar Aksara dari lantai 1-6 tiba-tiba saja rubuh. Beruntung ridak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Di lokasi parkiran belakang Buana Plaza Ramayana, tampak ratusan pedagang tengah berkumpul. Kedatangan mereka berkumpul dengan maksud ingin menemui Walikota Medan di kantornya. Guna mempertanyakan nasib mereka.

Seorang pedagang perhiasan, Sembiring Meliyala (50) ketika diwawancarai wartawan mengaku jika ia dan para pedagang lainnya hanya bisa pasrah saja serta tak bisa berbuat apa-apa lagi.

” Sekarang tergantung kebijakan PD Pasar Kota Medan, ada tidak penampungan sementara untuk kami dapat berjualan lagi. Tapi dalam jangka pendek ini, kami meminta kepada petugas pemadam kebakaran supaya secepat mungkin api dapat dipadamkan. Agar kami dapat mengambil barang-barang kami yang mudah-mudahan belum terbakar. Contohnya seperti brankas. Untuk sementara karyawan toko terpaksa kami rumahkan (tidak bekerja),” katanya.

Sebelumnya, Pasar Tradisional Aksara dan Buana Plaza Ramayana Medan berlantai 6 ludes dilalap sijago merah, Selasa (12/07/2016), sekira pukul 11.30 WIB.

Sampai berita ini diturunkan belum diketahui ada tidaknya korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Sedangkan kerugian materi ditaksir milliaran rupiah dan guna memastikannya masih dalam penyelidikan polisi.

 

(Laporan dari Percut, MB-05)

 

 

Loading...

Comments

comments

Pos terkait