Jenazah Ketiga Bocah Dibawa ke Rumah Duka

example banner

Teks Foto : Jenazah Ketiga Bocah Usai Tiba di Rumah Duka. (Mus)

Medan Berita – Insiden tewasnya ketiga bocah di kolam bekas korekan Proyek jalan tol Sumatera tepatnya di perkebunan PTPN II, Sei Semayang Jln. Pabrik Tebu, Dusun 18, Kab. Deli Serdang, Jumat (15/07/2016) jam 13:30 WIB, selanjutnya jenazah ketiganya dibawa ke rumah duka masing-masing.

Setibanya kedua jenazah Dio Amanda Putra dan adiknya Deni Sahputra di rumah duka Jln. Glatik Ujung, Dusun 13, Desa Muliorejo, Kec. Sunggal, Kab. Deli Serdang langsung disambut isak tangis yang histeris, baik dari pihak keluarga maupun tetangga kedua almarhum.

Begitu juga situasi yang terlihat di rumah duka jenazah M.Al Rasyid yang tidak jauh dari rumah kedua temannya kakak beradik tersebut.

Bu Ati (45) tetangga ketiga almarhum mengatakan, dirinya sangat terkejut mendapat kabar ketiga bocah tersebut mendadak tewas.

” Enggak nyangka juga bang, ketiganya tewas di kolam,” ucapnya singkat sembari menyebut ketiga almarhum rencana akan disemayamkan hari ini juga.

Pantauan di Rumah Duka, puluhan warga sekitar berbondong-bondong mendatangi rumah ketiga almarhum tersebut.

Sebelumnya, ketiga bocah tewas yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar (SD) tersebut antara lain Dio Amanda Putra (11), Deni Sahputra (8) yang merupakan kakak beradik dan M.Al Rasyid (10), sementara Deksa Pasaribu (10) selamat dari maut.

Informasi yang dihimpun Medanberita.co.id di lokasi kejadian menyebutkan, saat itu keempat korban yang sedang bermain dan sambil memanjat pohon mangga dilarang oleh pemilik pohon mangga karena takut kalau akan terjatuh.

Mendengar larangan oleh pemilik pohon mangga, keempat bocah tersebut turun, lalu menuju areal perkebunan PTPN II. sampai di perkebunan yang saat itu masih berlangsung pengerjaan proyek jalan tol, keempat bocah melihat kolam yang diduga adalah milik pekerja proyek PT. HK yang tak ada tanda himbauan itu, keempat korban langsung berniat mandi.

Namun saat mandi dengan meloncat kebawah, tiga dari empat bocah tersebut tidak keluar dari dasar kolam. Deksa yang bisa berenang dan belakangan loncat, melihat tiga temannya tidak timbul dari dasar kolam, anak semata wayang ini langsung naik keatas dengan melambaikan tangan meminta tolong kepada warga yang saat itu sedang melintas.

” Kami berempat mandi di kolam itu om, yang pertama kali melompat si Deni dan disusul oleh Dio dan Rasyid baru saya belakangan, ” ujar Deksa didampingi kakak orang tuanya (Wawaknya) kepada awak media ini.

Jumangin (55) warga Jln. Cendrawasi yang saat itu sedang nongkrong di gubuk, melihat Delsa lebih setengah jam melambai-lambaikan tangan kearah warga yang melintas, merasa ada yang mencurigakan Jumangin langsung menghampiri Deksa. setelah mengetahui kalau ketiga temannya tenggelam, Jumangin langsung turun dan mengangkat tiga bocah malang yang sudah tak bernyawa lagi.

Mendapat kabar dua anaknya, Deni dan Dio meninggal dunia, Supriyanto (55) langsung jatuh pingsan. Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak terkait.

(Laporan dari Sunggal, MB-02)

Loading...

Comments

comments

Pos terkait