Dijanjikan Kerja di Perusahaan Eletronik, WNI Malah Dijadikan Pekerja Seks

Teks Foto : Rumah Sakit, tempat Sri dirawat. (Rez)

Malaysia, MB – Buat warga Negara Indonesia (WNI) janganlah langsung percaya dengan tawaran pekerjaan dan janji-janji yang indah. Apalagi sampai harus rela menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) ataupun Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang diberangkatkan keluar negeri.

Muat Lebih

banner 728x90

Pasalnya sudah ada contoh korban salah seorang WNI yang satu ini, awalnya dirinya dijanjikan akan dipekerjakan di perusahaan elektronik dengan gaji yang besar. Namun bukannya untung yang didapat, melainkan TKI/TKW itu malah dijadikan pekerja seks komersial ataupun bekerja untuk memuaskan nafsu bejat para lelaki yang ada di Malaysia itu.

Kisah menyedihkan ini dialami Ain Sri Ratu Alifah (19) warga Sidorukun Medan yang telah menjadi korban Traffiking. Demi menyelamatkan diri dari sekapan pelaku sindikat perdagangan orang itu. Akhirnya korban memilih nekad melompat dari gedung berlantai III.

Peristiwa tersebut membuat kondisi Sri harus mengalami cidera patah rusuk, kaki dan bibirnya pecah. Untunglah ada warga sekitar yang melihat dan langsung melarikan Sri untuk mendapatkan pertolongan pertama pada kecelakaan serta menyembunyikannya dari kejaran para pengawal rumah bordil itu.

Mengetahui Sri telah terbebas, Harry, Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Pemberdayaan Anak Bangsa Indonesia (FPABIN) yang dimintai bantuan oleh orangtua korban langsung menghubungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (Embassy of The Republik of Indonesia) yang ada di Jalan Tun Razak, Kuala Lumpur Malaysia.

Mendapat laporan ini, Kedutaan langsung merespon dan melakukan tindakan nyata dengan menjemput Sri, ditempat persembunyiannya dan sekaligus melakukan pengamanan terhadap segala kemungkinan gangguan yang bisa saja terjadi.

Kondisi Sri kini sudah mulai membaik setelah mendapatkan perawatan di Hospital Pakar Al Islam di Malaysia. Adapun keseluruhan biaya-biaya perawatan korban, secara keseluruhannya ditanggung oleh Kedutaan yang begitu peduli.

Orang tua korban dengan bercucuran air mata didampingi oleh Harry Ketua Umum LSM DPP FPABIN kepada Wartawan, Sabtu (16/07/2016) mengucapkan, terimakasih banyak kepada Ambassador HE, Mr. Herman Prayitno dan Mr Duda.

” Merasa lega setelah mendapat informasi kalau Sri kini dalam perlindungan KBRI Malaysia dan telah dirawat di Hospital Al Islam,” terang Sugiantopan orangtua korban.

Terpisah, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Poldasu, Kompol Sitiani Purba saat dikonfirmasi mengatakan kalau orangtua korban telah meminta perlindungan Poldasu terkait masalah tersebut dan Poldasu sudah menindaklanjutinya.

” Informasi yang kita terima, awalnya Sri dipekerjaan di perusahaan Elektronik dengan gaji Rp.7 juta setiap bulannya, sehingga membuat Sri tergiur. Namun sesampainya di Malaysia bukannya gaji besar yang didapat melainkan siksaan demi siksaan, di Negeri Jiran nan jauh dimata itu, Sri yang tidak dapat berbuat banyak setelah mengetahui dirinya dalam keadaan bahaya, langsung disekap dan dijadikan budak sex. Ironisnya, jika Sri tidak mau melayani tamu hidung belang, maka dirinya kerap mendapat siksaan oleh para tukang pukul suruhan sang mucikari,” ujarnya seraya menyebut Poldasu akan menindaklanjuti setiap laporan dari masyarakat.

(Laporan dari MB-06)

 

Comments

comments

Pos terkait