Kapolresta Medan : Pengamanan Ditujukan Untuk Mediasi Perundingan

example banner

Medan Berita – Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto ketika diwawancarai mengatakan, kegiatan pengamanan yang dipimpin Kapoldasu bertujuan untuk melakukan perundingan kepada para pihak yang mengklaim karena mencoba menghambat para anak-anak untuk masuk sekolah.

” Rencananya akan kita undang kedua belah pihak secara informal untuk duduk bersama. Untuk proses hukum selanjutnya, tetap akan kita proses sesuai peraturan yang ada,” ujarnya.

Kedua belah pihak, sambungnya, telah melakukan negosiasi terkait permasalahan yang terjadi. Kurang lebih 1 jam kedua belah pihak bernegosiasi di dalam. Hasil negosiasinya pihak yang mengklaim lahan memperbolehkan para siswa masuk ke dalam sekolah sampai seterusnya.

” Sore ini rencananya Kapolda akan mengundang secara informal kedua belah pihak yang bersengketa, untuk duduk bersama membicarakan permasalahan ini,” terangnya.

Disinggung saat melakukan pengamanan, ada seorang oknum yang diamankan karena kepemilikan Senpi, dirinya membenarkan hal tersebut.

” Benar, tadi ada yang diamankan. Namun kita belum tau siapa namanya, dan sudah kita serahkan kepetugas POM untuk dilakukan penyelidikan. Untuk personil yang turun ke lokasi sebanyak 200 personil yang dibantu pihak Poldasu, yakni 1 kompi Brimob dan Polresta Medan 100 personil,” pungkasnya.

Diketahui penggembokan pagar sekolah yang diduga dilakukan mantan Pangdam I/BB, Mayjend TNI (Purn) Burhanuddin Siagian tersebut terkait atas sengketa lahan seluas lebih kurang 2,3 hektar di Komplek MMTC, Jln. Selamat Ketaren, Desa Medan Estate, Percut Sei Tuan, Deli Serdang antara dan Yayasan Cinta Budaya, Senin (18/07/2016) pagi.

(Laporan dari Medan, MB-05)

Loading...

Comments

comments

Pos terkait