Anggota SPKT Cueki Siswa SD yang Kesasar

example banner

Medan Berita – Seorang bocah laki-laki yang mengenakan seragam sekolah dasar (SD) bernama Raja Baruna Damanik nyasar hingga ke Jln. Aksara, Medan Tembung, Rabu (20/07/2016) siang.

Warga yang kasihan terhadap bocah berkulit putih itu langsung membawanya ke Mako Polsek Percut Sei Tuan. Namun sangat disayangkan setibanya di kantor polisi tersebut, oknum petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) yang berjaga saat itu terkesan cuek dan tidak melakukan tindakan apapun.

” Gawat juga ia anggota polisi yang jaga itu, kayak seperti enggak mau tau melihat anak kecil kesasar,” ucap warga di lokasi.

Ditambahkannya, harusnya polisi itu pedulilah dengan orang yang datang ke kantornya ini, jangan seperti kayak gak open gitu.

” Kayaknya perlu juga pimpinan kantor ini, negur polisi itu, agar tidak terulang lagi hal seperti ini, kasihlah, apalagi itukan anak kecil yang enggak tau pulang ke rumahnya,” pungkasnya berlalu.

Pantauan Medanberita.co.id di kantor polisi, sejumlah warga yang hendak membuat laporan menanyai alamat rumah Raja yang saat itu tengah duduk di tempat duduk batu depan SPK. Namun bocah itu hanya terdiam lantaran takut melihat banyaknya orang. Sedangkan diseragam bocah tersebut sama sekali tidak ada logo sekolahnya.

Selanjutnya oknum kepolisian lainnya dan warga mengecek isi tas ransel milik Raja, dan hanya mendapati 2 buku tulis. Disaku baju bocah tersebut didapati uang Rp.5 ribu. Bocah itu semakin ketakutan lantaran dikelilingi orang banyak. Sejumlah awak media membawa bocah itu ke ruangan wartawan (Pers Room), dan Raja mulai berbicara.

Selang beberapa menit kemudian oknum petugas SPK tersebut tiba-tiba datang dan langsung menggendong siswa SD itu yang akhirnya membuat Raja terlihat seperti ingin menangis dan membawanya ke ruang SPK. Di ruang SPK bocah itu tampak ketakutan dan tetap tak mau bicara. Akhirnya petugas Provos membawa Raja ke kantin dan diberi permen dan air mineral. Bocah tersebut tetap terdiam dan kemudian dibawa pegawai harian lepas (PHL) ke ruang penyidik.

Upaya PHL saat itu tetap tak membuahkan hasil, karena Raja tetap diam saat ditanyai alamat rumah serta sekolahnya. Akhirnya bocah malah itu dibiarkan duduk-duduk di ruang penyidik.

Seorang petugas kepolisian yang tak mau ditulis namanya mengaku pihaknya akan berkoordinasi dengan jajaran Polres dan Polsek-polsek, guna melaporkan terkait anak hilang lewat alat komunikasi polisi atau HT.

(Laporan dari Percut, MB-05)

Loading...

Comments

comments

Pos terkait