Pengamat Hukum : Poldasu Jangan “Main Mata”

example banner

Teks Foto : Muslim Muis, SH. (Rez)

Medan Berita – Subdit II Harda Bangtah Ditreskrimum Poldasu masih menunggu kesiapan pelapor Tahjudin Pardosi untuk dikonfrontir dengan terlapor Bupati Madina Dahlan Nasution terkait kasus penipuan uang sebanyak Rp. 600 juta.

Namun, karena kondisi pelapor sudah usia uzur dan saat ini tidak dalam kondisi sehat dan dikabarkan tengah mengidap penyakit stroke membuat, penyidik menunggu untuk melanjutkan perkembangan kasus tersebut ke tahap selanjutnya.

Menanggapi hal tersebut Direktur Pusat Study Hukum dan Pembaruan (PUSPA), Muslim Muis, SH yang dihubungi wartawan via seluler, Rabu (20/07/2016) siang meminta agar Poldasu jangan “main mata” mengingat terlapor merupakan Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution.

” Mengingat kondisi pelapor sedang sakit, memang susah menghadirkannya untuk dikonfrontir langsung dengan terlapor. Oleh karena itu Poldasu jangan mengambil kesempatan, atau “main mata” dengan terlapor Bupati Madina untuk memperlambat kasus tersebut. Disini penyidik harus pro aktif dan juga memantau kesehatan pelapor. Apabila memang pelapor sudah memungkinkan untuk dikonfrontir, penyidik harus segera melakukannya agar kasus ini tidak berlarut-larut,” ujarnya.

Muslim Muis juga meminta agar Poldasu segera menangkap dan menahan Bupati Madina jika memang terbukti bersalah.

” Jika memang terbukti bersalah, segera tindak, dan jika memang sudah ditetapkan sebagai tersangka maka seharusnya segera ditangkap dan dilakukan penahanan,” ujarnya mengakhiri.

Sementara Kasubdit II Harda Bangtah Ditreskrimum Poldasu AKBP Frido Situmorang yang ditemui wartawan mengakui belum menjadwalkan agenda konfrontir antara terlapor dengan korban.

” Belum kita jadwalkan, kita tunggulah dulu korbannya sehat, setelah itu secepatnya akan kita lakukan konfrontir antara keduanya untuk mengetahui duduk permasalahan kasus tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya korban Tahjudin melaporkan Bupati Madina, Dahlan Nasution itu ke Bareskrim Polri terkait ingkar janji atas peminjaman uang sebanyak Rp.600 juta terhadap dirinya semasa Dahlan Nasution menjabat Wakil Bupati Madina. Namun, Mabes Polri melimpahkan kasus itu ke Poldasu sesuai modus delikti (lokasi kejadian) dan kini ditangani Subdit II/Harda Bangtah Ditreskrimum Polda Sumut.

(Laporan dari Medan, MB-06)

 

Loading...

Comments

comments

Pos terkait