Kunjungan ke Medan, Presiden RI Jamin Perlindungan Data Tax Amnesti

example banner

Medan Berita – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengajak para pengusaha di pulau Sumatera untuk memanfaatkan tax amnesti yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

” Selain itu menjamin kerahasian para wajib pajak yang mengikuti tax amnesti tersebut. Begitu pula data tax amnesti ini tidak bisa menjadikan dasar penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan pidana, karena payung hukum jelas dan undang-undangnya pun ada,”ucap Presiden Joko Widodo dalam sosialisasi yang dihadiri 3500 pengusaha se sumatera dan pejabat pemerintah kabupaten, kota dan Provinsi Sumatra Utara yang berlangsung di hotel Santika Medan, Kamis (21/07/2016) sore.‬

Presiden memastikan bahwa data tersebut tidak bisa diminta atau diserahkan kepada siapa pun. Tak hanya itu Presiden mengingatkan ada sanksi pidana bagi petugas pajak yang membocorkan kerahasian para wajib pajak dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

” Selain itu apabila dana yang selama ini diendapkan di luar negeri masuk ke Indonesia ini sangat cukup membantu dalam menunjang program pembangunan dan prasarana yang saat ini tengah berjalan,” ungkapnya.

Jokowi mengingatkan, dalam situasi perekonomian global seperti saat ini, negara membutuhkan partisipasi dari rakyatnya.

” Melalui pengampunan pajak itu pula, diharapkan Indonesia mampu memenangi persaingan internasional. Selain itu, apabila program amnesti berjalan maka sangat berpengaruh kepada penguatan nilai tukar rupiah, memperkuat cadangan devisa negara, program ini berjalan sebulan dengan nilai cadangan devisa negara mencapai 6 Milyar US Dollar,” ungkap Jokowi menerangkan.

Dalam acara sosialisasi, Presiden Jokowi didampingi Menteri Keuangan Bambang Soemantri Brodjonegoro, Menteri BUMN Rini Soemarno, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D. Hadad, Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi, Kapolri, Tito Karnavia, Gubernur Sumut, T Erry Nuradi dan pejabat lainnya.

(Laporan dari Medan, MB-06)

Loading...

Comments

comments

Pos terkait