Asen Nekat Bacok Diri Sendiri Karena Takut Ditangkap Polisi

example banner

Teks Foto : Ditemani Adik Korban, Hendi (Kiri)  Saat Dimintai Keterangan oleh Petugas di RSU Deli Medan. (An)

Medan Berita – Akiet alias Hendi (27) yang merupakan sepupu dari Asen alias Hendra (30) warga Jalan Buluh Perindu Gang Sepakat, Kecamatan Medan Tembung ketika diwawancarai Wartawan di RSU Deli Medan lagi-lagi menjelaskan, sebelum bertindak nekat membacok diri sendiri, Hendra selalu merasa ketakutan atau paranoid. Hal itu diperkuat dari keterangan sejumlah teman-teman korban.

” Teman-teman Hendra belum lama ini mengatakan kepada saya bahwa korban merasa ketakutan jika ditangkap polisi,” katanya.

Ketika ditanya apakah korban merupakan seorang pecandu berat narkoba. Hendi mengaku tak mengetahuinya sama sekali.

” Kalau masalah Hendra pecandu narkoba, saya tak tahu pasti. Hendra selama ini jarang keluar kamar dan ia memiliki sifat tertutup kepada semua orang, termasuk keluarganya sendiri,” pungkasnya.

Ditanyai lagi apakah Hendra memiliki asmara dengan wanita. Hendi mengaku jika korban tak memiliki teman wanita ataupun pacar.

” Setau saya Hendra tak memiliki teman wanita. Korban juga tak memiliki pekerjaan tetap,” cetusnya.

Ditambahkannya, saat kejadian Hendi juga menghubungi adik korban.

” Saat kejadian saya juga sempat telepon adiknya bernama Yanti, supaya datang ke rumah untuk melihat abangnya yang sekarat. Tak lama adiknya datang kemudian Hendra dibawa ke rumah sakit. Saat itu juga Yanti memberitahukan kejadian itu ke orang tuanya yang saat itu berada di kampung,” ungkapnya sembari menambahkan jika korban masih berstatus lajang.

Pantauan Medanberita.co.id di rumah sakit, Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Lesman Z terlihat mengecek kondisi Hendra. Ketika Kapolsek ditanyai mengaku saat ini kondisi Hendra masih sekarat.

” Hendra saat ini belum bisa dimintai keterangannya karena kondisinya sekarat dan masih ditangani intensif oleh pihak dokter. Sedangkan saksi-saksi, diantaranya keponakan korban sudah dimintai keterangannya,” ujarnya.

Diketahui peristiwa pembacokan diri sendiri yang dilakukan Hendra dengan menggunakan parang pemotong daging terjadi pada hari, Sabtu (23/07/2016) pagi di kediamannya. Diduga Hendra mengalami tekanan mental yang cukup berat (Depresi).

(Laporan dari Percut, MB-05)

Loading...

Comments

comments

Pos terkait