Demo Pedagang Pasar Aksara Ricuh

example banner

Teks Foto : Ratusan Pedagang Pasar Aksara Saat Gelar Aksi. (An)

Medan Berita – Puluhan pedagang Pasar Tradisional Aksara yang terdiri dari kaum wanita kembali menggelar aksi demo di persimpangan 4 lampu merah Jln. Aksara/Jln. Letda Sudjono/Jln. William Iskandar/Jln. Prof HM. Yamin, Medan Tembung, Kamis (28/07/2016) siang.

Selain menggelar demo dan pembentangan poster-poster yang bertuliskan ” Pak Wali dimana nasib kami, kami tak makan lagi. Pak Walikota dimana hatimu, tolong dengarkan jeritan kami pak Walikota dan Presiden dimana kalian. Semua anak kami sudah kelaparan. Walikota turun dari jabatan, tidak ada guna. Jangan pindahkan kami dari Aksara ke MMTC, kami mau tetap Aksara ini.

Pantauan Medanberita.co.id di lokasi, awalnya puluhan pedagang berunjuk rasa di persimpangan empat lampu merah sembari membentangkan poster-poster. Para pedagang berorasi, menuntut Walikota Medan membangun penampungan sementara di sekitar Pasar Aksara, agar mereka dapat berjualan dan menafkahi keluarga mereka. Selain itu pedagang menolak direlokasi ke komplek MMTC, Jln. Selamat Ketaren, Desa Medan Estate, Percut Sei Tuan, Deli Serdang.

Dengan spontan, para pedagang membakar sejumlah ban mobil bekas. di tengah jalan. Sejumlah pedagang juga melakukan aksi tidur dan berguling di jalan. Seorang wanita yang kesal karena tak diperdulikan juga nekat membuka bajunya serta kencing di jalan, sehingga menjadi perhatian dari puluhan petugas dari Polsek Percut Sei Tuan, Sat Sabhara Polresta Medan dan Satpol PP Kota Medan.

Diseputaran lokasi demo kemacetan panjang tak terhindarkan. Petugas Lantas terpaksa mengalihkan sejumlah jalur supaya kenderaan dapat melintas secara perrlahan-lahan. ‪Kericuhanpun tak terhindarkan, dimana polisi berusaha mengamankan ban mobil bekas yang belum terbakar. Sempat terjadi tarik-menarik antara petugas dan pedagang. Kaum wanita berhasil merebut ban tersebut dari tangan petugas, lalu menindih ban itu.‬

Seorang pedagang tiba-tiba menangis di kaki Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Lesman Z, sembari meminta supaya dirinya untuk ditangkap saja. Wanita itu juga mengaku sudah stres pasca kebakaran Pasar Aksara. Akhirnya, Kapolsek berusaha menenangkan wanita tersebut sambil memerintahkan agar api dipadamkan petugas dengan racun api.

Aksi demo tetap berlanjut, para pedagang memilih duduk-duduk di tengah teriknya matahari. Petugas berusaha memberi pengertian kepada pedagang supaya pindah di lokasi. Pedagang tetap bertahan dan membentangkan poster-poster sembari tidur di jalan. Disaat bersamaan Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, AKP Hendrik Temaluru tiba di lokasi dan berusaha membujuk pedagang untuk meninggalkan lokasi.

(Laporan dari Percut, MB-05)

 

 

Loading...

Comments

comments

Pos terkait