Pengendara Sepmor Vixion Jambret Tas di Wilhkum Polsek Sunggal

example banner

Medan Berita  – Aksi penjambretan sebuah tas kembali terjadi lagi, kali ini dua pria pengendara Yamaha Vixion berhasil menjambret tas milik Boru Silalahi (50) warga Jln. Pulo Brayan, Medan Barat di Wilayah hukum (Wilhkum) Polsek Sunggal, Kamis (04/08/2016) sekitar pukul 15:30 WIB.

Informasi yang dihimpun Medanberita.co.id, sebelumnya korban bersama anaknya Leni Marito (27) menumpang becak bermotor (Betor), hendak ke Pemakaman yang berada di Jln. Sei Mencirim untuk Ziarah ke makam suaminya, namun saat di Jln. Binjai Tomang Elok Medan Sunggal, tiba-tiba becak melaju pelan dan mengambil ke jalur kanan.

Bacaan Lainnya

Tak lama kemudian, 2 orang pria tak dikenal yang mengendarai Sepeda motor (Sepmor) Yamaha Vixion warna hitam tanpa plat memepet becak yang ditumpangi korban.

” Kami naik becak dari Jln. Pasundan, pas di Jln. Binjai Tomang Elok becaknya pelan kali, seolah sudah di direncanakan, udah itu ke jalur kanan, diambilnya. Aku sempat curiga tapi gak kubilang sama tukang becak itu,” ungkap boru Silalahi saat di Polsek Sunggal, Kamis (04/08/2016) sore.

Dilanjutnya, pelaku menarik tasnya dari samping becak. Hinga terjadi tarik menarik antara dirinya dan pelaku, kalah kuat dan tali tas putus, pelaku akhirnya berhasil melarikan tas miliknya.

” Mereka dua orang, gitu ditariknya tasku becaknya tetap aja pelan pada hal sudah kubilang kejar, tapi tukang becaknya malah bilang udah buk gak dapat lagi itu, buat laporan pun ngak ada gunanya, jadi ngapaen ke kantor polisi,” ucap korban menirukan perkataan tukang becak.

Akibatnya, korban kehilangan tas berisikan dompet, uang, handphone Android dan surat-surat berharga yang disimpan di dalam tasnya.

” Ada uang, Hp, sama surat-surat lah di dalam tas itu, medan ini udah rawan kali dari becakpun bisa dijambret, Polisipun keknya ngak ada kerjanya,” keluh boru Silalahi.

Akibat kejadian tersebut, boru Silalahi bersama anaknya batal berziarah ke makam suaminya dan mendatangi Polsek Sunggal guna membuat laporan pengaduan.

” Gara-gara jembret sialan itu, ngak jadi kami ziarah, tukang becak itupun takut kali tadi pas kubilang diantar ke kantor Polisi, macam udah sekongkol mereka,” jelas Leni saat mendampingi Ibunya.

Kapolsek Sunggal, Kompol Daniel Marunduri melalui Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu Nur Istiono saat dikonfirmasi mengatakan sudah menerima laporan korban.

” Kita sudah menerima laporan korban dan sedang kita selidiki,” ungkapnya.

(Laporan dari Medan Sunggal, MB-02)

Loading…

Comments

comments

Pos terkait