Indikasi Judi, Polsek Medan Baru Belum Juga Cek TKP

example banner

Teks Foto : Lokasi Permainan Mesin Tembak Ikan-ikanan di Seputaran Singapore Station Lantai 2. (MB)

 

Medan Berita – Diduga indikasi permainan judi, sebanyak kurang lebih 15 unit Mesin game tembak ikan-ikanan yang beroperasi di seputaran Singapore Station Jln. H. Adam Malik, Kec. Medan Petisah, tepatnya dibangunan Lantai 2, tampaknya pihak Polsek Medan Baru belum juga melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP). Hal itu dibuktikan dengan masih berlangsungnya permainan tersebut hingga hari ini, Selasa (09/08/2016) sore.

Menyikapi hal tersebut, Direktur Sumut Institute, Osriel Limbong akhirnya angkat bicara dan mengatakan, dalam hal ini polisi tidak boleh tebang pilih dalam penindakan.

“ Benar tidaknya pengakuan dari warga, tentang adanya informasi permainan mesin tembak ikan-ikanan yang di seputaran Singapore Station indikasi judi, baiknya Polsek Medan Baru turun ke TKP menanyakan izin operasional kepada sipengelolah tempat serta melakukan pemeriksaan terkait indikasi tersebut dan mempublikasikan hasil pemeriksaan ke media untuk menjaga nama baik kedepannya,” ungkapnya.

Ditambahkannya, jika hal itu tidak dilakukan, jelas masyarakat menduga, Polsek Medan Baru melakukan pembiaran seakan-akan melindungi sipengelolah untuk menjalankan bisnisnya haramnya tersebut.

“ Saya pribadi sangat menyayangkan jika hal itu tidak dilakukan, ia pasti ada apa-apanya dengan pihak Polsek. Hal ini tujuan positif menindaklanjuti dugaan adanya tempat yang menyalahi, agar masyarakat tidak berpresepsi buruk nantinya dengan kaum penegak hukum di mako tersebut,” pungkasnya.

Sebelumnya, menurut keterangan pria yang sering disapa Pak Akri (36) mengatakan dirinya mengetahui permainan tembak ikan yang ada di tempat itu diduga indikasi judi, seketika belum lama ini dirinya mendapatkan jumlah poin yang cukup banyak.

Kemudian salah satu pegawai tempat itu menawarkan kepadanya, selain poin yang didapat pemain bisa ditukarkan oleh sejumlah hadiah juga bisa ditukar dengan sejumlah uang.

” Pegawai yang bilang poin yang kita dapat juga bisa ditukar sejumlah uang,” ucap pria asal Karya ini.

Ditambahkannya, permainan game tembak ikan itu diketahui buka dari pagi hingga malam hari.

” Bukanya jam 10:00 WIB sampai pukul 22:00 WIB, tempatnya aman dan yang selama saya main di tempat itu belum pernah terdengar polisi melakukan pemeriksaan apalagi penggerebekan mendadak, kali pengelolahnya orang berpengaruh,” cetusnya sembari menyebut penukaran itu juga dibenarkan oleh para pemain lainnya.

Sementara terkait permainan game tembak ikan itu, Siabang (30) nama panggilan seorang oknum mengatakan, sejumlah oknum diketahuinya mendapat jatah mingguan dari pengelolah warga turunan Thionghoa tempat tersebut.

“ Kalau yang aku tau ada sebagian oknum dapat dari bang Wongso, Rp.100 ribu perminggu. Kalau sebulan berarti Rp.400 ribu,” ucapnya.

Saat perihal tersebut ketika dihubungi awak media ini disebut-sebut pengelolah tempat bernama Wongso di nomor 08126425xxxx, Kamis (28/07/2016) sore mengatakan, besok aja, banyak kali pengeluaran hari ini,” ucapnya sembari mematikan ponsel miliknya.

Perihal tersebut, sebelumnya pernah dikonfirmasi kepada Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, AKP Adhi Putranto, Rabu (27/07/2016) sore, sampai berita ini diturunkan juga belum ada tanggapan.

Pantauan awak media di dalam lapangan terlihat sejumlah pengunjung warga turunan thionghoa memadati areal lokasi guna menikmati permainan game tembak ikan tersebut.

(Laporan dari Medan Baru, MB)

Loading...

Comments

comments

Pos terkait