Tak Hanya di Sat Reskrim Polresta Medan, Jatah Juga Diberi Sejumlah Polsek

example banner

Teks Foto : Mako Sat Reskrim Polresta Medan. (MB)

 

Medan Berita – Pemberitaan jatah kepada sejumlah oknum wartawan bukan hanya diduga dilakukan petinggi Mako Sat Reskrim Polresta Medan saja melainkan jajaran Polsek juga melakukan hal demikian.

Menurut pengakuan oknum wartawan inisial P (30), dari Mako Polsek Medan Baru dirinya mendapatkan dana segar sebesar Rp.100 ribu perminggu.

” Tiap hari Sabtu aku dapat dari Polsek Medan Baru Rp.100 ribu, itu khusus wartawan yang ngepost disitu yang dikasih. Kutau ada 30 media yang terdata menerima jatah tersebut. Kalau yang bagi oknum wartawan inisial NS,” ucapnya belum lama ini kepada Medanberita.co.id.

Ketika dikonfirmasi kepada Kapolsek Medan Baru, Kompol Ronni Bonic terkait berlangsungnya dugaan pemberian jatah kepada kurang lebih 30 orang oknum wartawan yang terdata di Polsek Medan Baru dan dugaan hal itu dilakukan agar tidak dikritisi kemiringan kinerja petugas Polsek Medan Baru dan kasus yang ditangani.

Serta menurut sumber adanya dugaan oknum wartawan dan warga turunan thionghoa inisial A yang diduga melakukan makelar kasus di mako tersebut, selaku orang nomer satu di kantor masyarakat itu membalas via sms yang dilayangkan Medanberita.co.id menyebutkan, jangan fitnah, menuduh makelar kasus, orang bisa melaporkan anda atas fitnah loh. Kenapa gak anda tanya bahwa media Medanberita pernah enggak di dukung Kapolsek Medan Baru ?.

Selanjutnya awak media membalas via sms yang dilayangkan dengan bunyi. Benar gaknya aku tidak tau, makanya aku konfirmasi sama abang (Kapolsek Medan Baru-Red). Ia kalau abang gak mau jawab konfirmasi gak apa. intinya aku sudah konfirmasi.

Kemudian Kapolsek kembali membalas, Itu jawabanku diatas, nanti tambahkan dipemberitaannya, bahwa media Medanberita pernah menerima dukungan dari Kapolsek Medan Baru. Nanti abang masukin besar-besar di media abang ya.

Lalu awak media ini kembali lagi membalas, Ia ku buat juga bantuan untuk Medanberita yang abang kasih terkait “86” kasus yang abang tangani waktu itu. Jadi inpas.

Pokoknya bikin jawaban berita seperti itu ya boss. lanjut Kapolsek membalas, berarti saya bisa laporkan pemerasanlah ya. berikutnya awak media ini menjelaskan, Pemerasan sih enggak, petinggi Polsek Medan Baru suap media terkait tangkap lepas tersangka narkoba. Entar kuberitakan ia bang.

Selanjutnya Kapolsek seolah berang dan kembali membalas, pokoknya jawaban saya seperti diatas, kalo gak seperti diatas saya akan melakukan upaya hukum ” Baik hak jawab maupun pidana ” tks.

Kemudian awak media ini kembali membalas sms mantan Kapolsek Helvetia, upaya jawab aja bang, Pidana enggak ada karena saya konfirmasi kapasitas perimbangan berita, kecuali media saya tidak ada badan hukumnya mungkin bisa dipidanakan. Itu ketetapan Dewan Pers. Terkait pemberitaan media yang ada badan hukumnya tidak bisa dipidana melainkan dilakukan hak jawab.

Diduga seolah mengancam awak media ini, Kapolsek lanjut membalas, kita lihat aja nanti.

Selang berapa menit konfirmasi Medanberita kepada Kapolsek Medan Baru perihal tersebut melalui handphone selular, salah satu oknum wartawan menghubungi Redaksi Medanberita.co.id agar tidak dibuat pemberitaannya.

” Tolonglah ngapain dibuat, udah hapus aja beritanya,” cetus oknum wartawan harian terbitan medan yang tak ingin disebut namanya.

Lokasi berbeda, menurut oknum wartawan P kembali menjelaskan, pemberian jatah tersebut juga terjadi di Polsek Sunggal.

” Sama di Polsek Sunggal aku juga dapat jatah Rp.100 ribu tiap hari Sabtu. Disini yang terdata kurang lebih 20 media,” cetus P.

Hal senada juga diutarakan NS (29), pemberian jatah juga terjadi di Polsek Medan Kota.

” Kalau di Polsek Medan Kota aku dikasih Rp.100 ribu, jatahnya tiap hari Sabtu dikasih dan kalau jumlahnya kurang tau aku,” sebut pria berkulit putih ini.

Sebelumnya, salah seorang oknum Wartawan Media harian terbitan Medan diduga guna mensterilkan situasi, petinggi mako Satreskrim Polresta Medan memberi jatah mingguan kepada sejumlah oknum Wartawan yang di poskan dari redaksi masing-masing ke kantor masyarakat tersebut.

“ Jatahnya dikasih Rp.200 ribu perminggu dengan catatan tulis nama dan dari media mana, baru tiba hari H nya ada utusan dari oknum petugas di mako itu kasih sama oknum wartawan yang mereka percaya untuk membaginya kepada kawan wartawan yang lain,” ucap P (30) kepada awak media ini, Sabtu (25/07/2016) malam.

Menurutnya pemberian jatah itu diduga dilakukan untuk memuluskan penyimpangan yang ada di mako Sat Reskrim Polresta Medan.

“ Setauku kira-kira ada 30 medialah yang dapat jatah disitu. Kalau dihitung-hitung jika permedianya mendapat Rp.200 ribu dikali 30 media berarti, pimpinan di kantor itu harus menyediakan dana sebesar Rp.6 juta tiap minggu. Heran juga aku memang, dana sebesar gitu dari mana dapatnya, apa jangan-jangan dari “86” kasus yang ditangani mereka,” sebutnya.

Perihal tersebut saat dikonfirmasi dengan Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Fahrizal, Senin (25/07/2016) sekira pukul 22:00 WIB melalui handphone selular hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban.

 

(Laporan dari Medan, MB)

Loading...

Comments

comments

Pos terkait