Drs. Lilik Bambang Lestari Ingatkan TKI dan TKA Agar Bekerja Menggunakan Izin Resmi

Teks Foto: Kepala Imigrasi Kelas I Khusus Medan, Drs. Lilik Bambang Lestari. (MB)

Medan Berita 

Pada bulan Januari hingga Februari 2017, petugas Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Kuala Namu Internasional Airport (KNIA) menolak 31 orang Warga Negara Asing (WNA) yang berasal dari sejumlah Negara masuk ke Indonesia.

Adapun Rekapitulasi Penolakan Kedatangan WNA saat melintasi TPI KNIA pada bulan Januari 2017 sebanyak 15 orang antara lain:
He Huang , Zhang Xing dan Hairui Tong, ketiga Kebangsaan China ini digagalkan masuk ke Indonesia karena mereka tidak memiliki maksud dan tujuan yang jelas selama berada di Indonesia begitu juga dengan Paramesrao Gengaraju dan Sooriahprakaash Indran warga Kebangsaan Malaysia.

Sama halnya dengan Ruhul Amin, Mohammad Sakher Ali, Uddin Muffaser, Belal Kebangsaan Banglades dan Sultan Mohamed Hussain Kebangsaan India serta Liang Yong Feng Kebangsaan China dan Chong Ngen Sang Kebangsaan Malaysia. mereka digagalkan karena tidak dapat menjelaskan maksud dan tujuannya selama berada di Indonesia.

Kemudian Wang Deliang warga Kebangsaan China, yang bersangkutan termasuk dalam daftar penangkalan dan sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia No. 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian Pasal 13 ayat 1 huruf a.

Sementara Thiru Umaran Thiagarajan Kebangsaan Malaysia diamankan karena yang bersangkutan menunjukkan tiket kembali yang palsu dan berlaku tidak sopan kepada petugas sedangkan Wong Kee Chu kebangsaan Malaysia yang bersangkutan tidak memiliki dokumen perjalanan yang sah.

Pada bulan Februari 2017 ada 16 orang WNA yang ditolak kedatangannya saat melintasi TPI KNIA yakni Chew Eng Kee Kebangsaan Malaysia, yang bersangkutan tidak mau mendengar larangan petugas dan yang bersangkutan juga berlaku tidak sopan dengan berkata kasar kepada petugas.

Berikutnya Noor Haizal Bin Abdul Hamid Kebangsaan Malaysia, yang bersangkutan adalah seorang tenaga ahli yang datang ke Indonesia atas undangan dari PT.Multimas Nabati Asahan via by phone untuk memperbaiki sebuah alat/mesin dan digagalkan karena yang bersangkutan tidak memiliki visa sesuai dengan Undang-Undang No. 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian Pasal 39 huruf a.

Selanjutnya Taraf Khalleefah Saeid K, Ahmed Rabiha Mohammed Fays, Taraf Sujoud Khallefah saeid, Tarref Said Khalifah Said. Keempat WNA Kebangsaan Libya ini digagalkan karena tidak memiliki tiket kembali.

Berikutnya, Lihao Kebangsaan China, yang bersangkutan akan bekerja tetapi tidak memiliki visa untuk bekerja sesuai dengan Pasal 39 huruf a Undang-Undang Republik Indonesia No. 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Kemudian MD Shajanah Ali Khan, MD Nazmul, MD Atoyer Hossain, Mohammad Shidul, MD Monir Hossain, Mohammad Nomanhafiz, keenam Kebangsaan Bangladesh ini digagalkan karena tidak memiliki maksud dan tujuan yang jelas selama berada di Indonesia.

Sedangkan Khor Wel Yueh Kebangsaan Malaysia, yang bersangkutan termaksud dalam daftar perpanjangan penangkalan Pasal 78 ayat (3): overstay lebih dari 60/Kanim Medan.

Lin Qin, Yasen Chen, Huang Dongqiang, ketiga WNA ini juga digagalkan karena tidak memiliki maksud dan tujuan yang jelas selama berada di Indonesia.

Rekapitulasi Penolakan Keberangkatan Warga Negara Indonesia yang melintasi TPI di KNIA pada bulan Januari 2017 sebanyak 9 orang yakni:
Siti Sarah, Nurhayati, Surendang Endarwati Binti Kadam, ketiga Kebangsaan Indonesia ini digagalkan karena diketahui dari hasil pemeriksaan bahwa mereka akan bekerja di Malaysia sebagai pekerja rumah tangga dan akan dijemput oleh agen ketika tiba di Malaysia.

Asnawi Ismail Kebangsaan Indonesia diketahui dari hasil pemeriksaan bahwa paspor yang bersangkutan sobek. Selanjunya, Syahrul Rahmaď, Fitriadi Armansyah, Gunawan, ketiganya Kebangsaan Indonesia digagalkan karena tanpa menggunakan izin kerja yang resmi untuk bekerja di luar negeri .

Sedangkan Suroso dan Dede Irawan, keduanya Kebangsaan Indonesia digagalkan karena tidak memiliki izin untuk bekerja atau rekomendasi apapun.

Kemudian Rekapitulasi Penolakan Keberangkatan Warga Negara Indonesia yang melintasi TPI di KNIA pada bulan Februari 2017 sebanyak 14 orang antara lain:
Fahri Sabilin Maimon, Sri Darmi, Jofrie Syarif, Narji, Muhammad Sofyan, Muhammad Rifai, keenam Kebangsaan Indonesia ini digagalkan karena tanpa menggunakan izin untuk bekerja yang resmi untuk bekerja di luar negeri.

Surya Fazariani, Yunah Binti Wacam, Sariamah, ketiganya Kebangsaan Indonesia, diketahui karena mereka tidak memenuhi persyaratan untuk bekerja di Malaysia. Terakhir Castiah Surya, Neng Minah, Dewi, Putri Apriliani dan Ilham Fahrizal, kelima Kebangsaan Indonesia ini juga digagalkan karena tidak memiliki izin untuk bekerja di Malaysia.

Kepala Imigrasi Kelas I Khusus Medan, Drs. Lilik Bambang Lestari kepada medanberita.co.id mengatakan pemeriksaan itu terus dilakukan pihaknya baik Kepada WNA dan WNI dengan cara bekerja secara profesional, akuntabel, sinergi, transparan dan inovatif.

” Hal ini kita lakukan sebagaimana yang telah diatensikan pimpinan, untuk itu saya mengingatkan agar calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan Tenaga Kerja Asing (TKA) bekerja menggunakan izin yang resmi,” pungkas Lilik.

(Laporan dari Medan, MB)

Comments

comments

Pos terkait