Korban Kecewa, Penyidik Polsek Medan Kota Terkesan Ragu Pada Kasusnya

example banner


#Kapolsek Medan Kota: Nanti saya cek penyidiknya, atensi saya penyidik wajib profesional

MEDAN

Mengira urusan sertifikat cepat selesai karena dibantu oleh orang yang tepat tetapi kekecewaanlah yang didapat, seperti yang dialami Izhar Hasbih Nst (62) ketika mengurus pembuatan sertifikat tanah harus kehilangan sejumlah uang mencapai Rp 5,5 juta.

Menurut keterangan korban Izwan melalui relies pers yang beralamat di Jl. Garu III Gang Meranti No.109 D Kelurahan Harjosari I Kecamatan Medan Amplas, pada bulan september 2016 lalu mendapat tawaran pengurusan sertifikat tanah oleh SN Alias R (terlapor) yang beralamat di Perumahan Bumi Serdang Damai Jl. Topas III  Kecamatan Patumbak kabupaten Deli Serdang.

R tersebut bahkan menjanjikan akan menyelesaikan pembuatan sertifikat tanah tersebut dalam waktu sepuluh hari, tentunya dengan imbalan uang sebesar Rp 5,5 juta dan langsung disanggupi Izwan.

Awal kejadian sekitar bulan september 2016 yang lalu brtempat di Jl. Sm. Raja simpang Jl.Air Bersih Kel. Sudirejo I Kec. Medan Kota, setelah mendengar bahwa korban sedang mencari orang yang bisa membantu dalam Mengurus surat tanah menantu nya yang hilang. Lantas terlaporpun menawarkan jasa pengurusan surat sertifikat tanah berusaha meyakinkan korban dengan mengatakan bahwa istri R adalah seorang notaris.  karena korban merasa percaya apalagi R ini adalah pengurus disalah satu organisasi jurnalis yang ada di medan yang sudah dikenal korban sebelumnya sehingga korbanpun percaya dan penyanggupi persyaratan berupa uang Rp.5,5 juta yang diminta oleh sipelaku.

Namun setelah uang diberikan hingga kini sertifikat tanah yang dijanjikan tidak pernah jadi, akibatnya korban yang sudah kepalang basah kehilangan uang sebanyak Rp 5,5 juta. Merasa dikibuli, akhirnya Izwan pun melaporkan ulah  R tersebut ke polsek sektor medan kota, tanggal 19 desember 2016 yang lalu dengan laporan Nomor : STPL /1186/K/XII/2016/SU/POLRESTABES MEDAN / SEK M.KOTA. Dalam laporannya, terlapor telah melakukan penipuan dan penggelapan beserta barang bukti berupa kwitansi penyetoran.

Namun sampai saat Rilis Berita ini dibuat, terlapor belum juga ditahan, Meskipun Penyidik Polsek Medan Kota, telah Melakukan Tiga Kali Pemanggilan Terhadap R.  Menurut Korban, Penyidik Terkesan Ragu-Ragu Menangani Perkara ini. “Saya Kecewa terhadap Penyidik yang tak serius menangani Kasus Penipuan ini. Padahal Kami pihak Korban, terus berupaya Membantu Kerja Polisi dalam Pengungkapan Kasus ini. Namun Penyidik Terkesan Memperlambat Jalan nya Penyidikan.”  ungkap Izwan, Sabtu Pagi (1/7/2017).

Sehubungan hal tersebut Kapolsek Medan Kota Kompol Martuasah Tobing ketika di konfirmasi media ini berjanji akan mengecek anggotanya, “Nanti saya cek penyidiknya, atensi saya penyidik wajib profesional.” Tandas nya.(rel)

Loading...

Comments

comments

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *