Konfirmasi Lokasi Penampungan WNA, Kepala Imigrasi Terkesan “Buang Badan”

Teks Foto: Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan. (MB)

 

Medan Berita

Muat Lebih

banner 728x90

Menindaklanjuti informasi masyarakat tentang adanya lokasi penampungan Warga Negara Asing (WNA) yang berada di Pasar III Bunga Asoka, Tanjung Sari, Medan Selayang terlihat selain tidak memasang plang tempat penampungan, bebas tanpa adanya pengawasan dari pihak Imigrasi.

Awak media kemudian mengkonfirmasikan hal tersebut kepada Kepala Imigrasi Kelas I khusus Medan, Feri Monang Sihite, Rabu (16/08/2017) siang melalui handphone selular mengatakan, agar awak media berkoordinasi dengan Plh.

” Silahkan koordinasikan dengan Kepala Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kantor Pak, saya sedang Diklat sampai bulan Desember,” kilahnya seraya terkesan “buang badan”.

Selanjutnya, Feri Monang Sihite yang belum lama menjabat sebagai orang nomor satu di kantor imigrasi kelas I Khusus Medan itu kembali mengatakan, agar awak media kemudian berkoordinasi dengan Rumah Detensi.

” Atau Koordinasikan dengan Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Medan karena masalah tersebut sesuai dengan Perpres 125/2016 menjadi domain Rudenim,” sebutnya.

Sesuai dengan arahan Orang nomor satu di kantor imigrasi yang bertempat di Jalan Gatot Subroto KM 6,2 No. 268A, awak media kemudian menemui Plh, Suryani di ruang kerjanya untuk mengkonfirmasikan hal tersebut dan mengaku, dirinya tidak mengetahui pasti akan hal itu.

” Mengenai itu saya kurang tau karena itu kewenangan pihak Detensi yang berada di Belawan,” cetusnya.

Ketika ditanyakan lebih lanjut, apakah tempat penampungan WNA tersebut tidak ada pengawasan dari petugas imigrasi, plh tersebut lagi-lagi menuturkan itu kewenangan pihak Detensi.

” Pihak Detensi yang mengawasi WNA tersebut dan sayapun tidak mengetahui pasti mereka dari negara mana saja karena kan itu bukan bidang saya. Kalau lebih jelasnya bapak ke Detensi saja lagian saya ini lagi sibuk,” ucapnya sembari terlihat terburu-buru terkesan mengelak.

Sebelumnya menurut warga sekitar mengaku merasa resah dengan bebasnya WNA yang berdomisili di penampungan tersebut dan terkesan terjadi pembiaran.

” WNA mana itu bang?, kok bebas kali itu keluar masuk tanpa adanya pengawasan dari petugas imigrasi. Kadang mereka pergian menumpang angkot dan becak,” keluh Anto (37) warga sekitar yang merasa keheranan.

Hal senada juga dikatakan Rudi (52), menurutnya, selain itu, tempat tersebut tidak di pasang plang tempat penampungan para WNA.

” Selain tidak ada pengawasan juga tidak terlihat plang penampungan tempat mereka tinggal,” sebut bapak paruhbaya ini.

(Laporan dari Medan, MB)

Comments

comments

Pos terkait