Sidang Lanjutan, Menejer Suzuki APV Ngaku Tidak Tauh Masalah

Teks Foto: Para Saksi Saat Mengucapkan Kata Sumpah di Depan Majelis Hakim PN Medan. (MB)

 

Muat Lebih

banner 728x90

Medan Berita

Sidang lanjutan perkara kasus penipuan dan penggelapan dalam Jabatan dengan jumlah kerugian Rp. 559.500.000 kembali digelar di ruang Kartika, PN Medan, Senin (06/11/2017) pagi.

Kali ini, Menejer Suzuki APV, Budiman memberi kesaksian di depan Majelis Hakim.

Dalam keterangannya, dia mengaku tidak tauh masalah dan mengatakan bahwa 179 unit dipesan oleh pihak Koperasi Pengangkutan Umum Medan (KPUM) melalui Sales APV, Sukamto.

Ketika ditanya Jaksa Penuntut Umum (JPU), Nelson Viktor, SH, siapa yang berhubungan untuk 179 unit ini, lalu Budiman menjawab Sukamto.

Setelah itu JPU kembali bertanya kepada saksi keenam tersebut, terhadap 179 unit ini, apakah saudara tahu sudah dibayarkan ke PT Trans Sumatera Agung (PT.TSA),? sudah tahu jawab Budiman namun dirinya mengaku tidak mengetahui siapa yang membayarkannya.

Selanjutnya, Hakim Ketua, Janverson Sinaga, SH. MH kemudian bertanya kepada saksi Budiman, pada waktu membeli mobil itu caranya bagaimana menyampaikan ke KPUM, ? lalu jawab Budiman melalui Sukamto.

Kemudian, tanya Hakim lagi kepada saksi tersebut, Yang bertanggung jawab kalau ada transaksi pembelian secara hukum siapa? lagi-lagi Budiman menjawab Sukamto.

Saudara membuat surat enggak ke KPUM ?, tanya Hakim lagi kepadanya (Budiman Red), kemudian saksi menjawab, kalau secara tertulis saya tidak ingat lagi.

Mendengar jawaban saksi tersebut, Hakim Ketua pun berang dan mengatakan kepada saksi, Inikan uang perusahaan bukan uang pribadimu.

Berikutnya Hakim bertanya lagi kepada saksi, Yang membeli mobil KPUM namun saudara tidak menyampaikan pembelian itu yang menyerahkan mobil siapa lalu Budiman menyebut Sukamto.

Jadi yang jelas Menejer memberikan kekuasaan penuh pada sales, harusnya dikirimkan harga resmi jadi ini tidak ada,? tanya Hakim, saksi menjawab, YA

Setelah itu, Hakim Anggota bertanya kepada saksi, setiap penjualan saudara tidak ada mengirimkan harga resmi jadi siapa yang bertanggung jawab,? Kemudian Budiman menjawab, Karena dari awal pembelian paket makanya saling percaya.

Yang mewakili PT. TSA menerima uang siapa,? tanya Hakim Anggota lagi kepada saksi kemudian ia menjawab Sukamto.

Sidang dalam perkara Nomor. 2733/PID.B/2017/PN. Medan tuntutan penggelapan dalam jabatan Pasal 362, 372, 374 dan 378 atas nama terdakwa Rayana Simanjuntak selaku mantan Wakil Ketua II KPUM ditutup Majelis Hakim pada pukul 10:30 WIB dengan berjalan aman dan tertib.

Kemudian sidang dilanjutkan pada hari Kamis (09/11/2017) pagi dengan agenda pemanggilan saksi lainnya.

(Laporan dari Medan, MB)

Comments

comments

Pos terkait