Dihadapan Majelis Hakim, Ketua I KPUM Ketahuan Bohong

example banner

Teks Foto: Para Saksi Saat Diambil Sumpah di Ruang Sidang PN Medan. (MB)

 

Muat Lebih

Medan Berita

Sidang lanjutan perkara kasus penipuan dan penggelapan dalam Jabatan atas nama terdakwa Rayana Simanjuntak dengan jumlah kerugian Rp. 559.500.000 kembali digelar di ruang Kartika, Pengadilan Negeri Medan, Kamis (16/11/2017).

Kali ini, Ketua I Koperasi Pengangkutan Umum Medan (KPUM), Drs. H. Asril Muas Tanjung ketahuan berbohong dihadapan Majelis Hakim.

Dalam keterangannya, saksi tersebut mengatakan, ada kerugian anggota sebesar Rp. 3.000.000.

Kemudian Hakim Ketua, Janverson Sinaga, SH. MH bertanya kepada saksi Jaksa Penuntut Umum (JPU), Nelson Viktor, SH tersebut, uang itu uang anggota, kalau itu uang anggota ada kalian buat rapat anggota,? tidak pak sebut Asril Muas.

Lalu Hakim Ketua menjelaskan, di dunia ini dimana-mana membeli mobil ada Fee nya.

Selanjutnya, Hakim Ketua bertanya kepada mantan karyawan sekaligus anggota KPUM, Maritina Harefa, apakah kamu diundang pada rapat anggota tahunan bulan Maret 2017 lalu,? jawab saksi pembelah terdakwa mengatakan, saya sebagai anggota tidak  diundang dalam rapat anggota (RAT) lalu dan saya tidak pernah menandatangani akad kredit APV saya sehingga saya tidak tahu berapa lama saya membayar angsuran Rp. 2.800.000 perbulan, sebutnya.

Sedangkan saksi berikutnya, Abidin Pangaribuan yang pernah bekerja selama 20 tahun di KPUM hanya menjelaskan kepada Majelis Hakim, saya ingat tanggal 23 Oktober 2015 semua pengurus dan 2 karyawan menerima fee di kantor KPUM.

Selanjutnya Hakim Ketua kembali bertanya kepada Asril Muas, ada menerima fee,? namun ia membantah bahwa dia tidak ada menerima fee.

Setelah itu, Hakim Ketua bertanya kepada Rayana Simanjuntak, ada keberatan dengan pernyataan saksi Asril Muas kemudian terdakwa menyebut, bohong dia pak, saya membayar DP mobil Xenia sebesar Rp. 20.000.000 sembari terdakwa menunjukan barang bukti Kwitansi pembayaran DP Xenia.

Mendengar itu, Hakim Ketua lagi-lagi bertanya kepada Asril Muas, ada dapat mobil dari fee,?? saksi tidak menjawab kemudian Hakim Anggota mengulangi pertanyaan yang sama, akhirnya Asril Muas mengaku, ada pak. Mobilnya sudah saya jual pak.

Usai mendengar keterangan para saksi, kemudian Majelis Hakim menutup persidangan dan sidang dilanjutkan pada hari Senin (20/11/2017) dengan agenda pemanggilan saksi pembelah terdakwa lainnya.

(Laporan dari Medan, MB)

 

Loading…

Comments

comments

Pos terkait