Penerapan Teknologi Industri Tidak Menghapus Kegiatan Konvensional

example banner

Teks Foto: Menperin, Airlangga Hartarto Saat Berbincang Bersama Wakil Presiden RI, Muhammad Jusuf Kalla Dalam Acara Musyawarah Nasional Apindo ke-10 di Jakarta, Selasa (24/04/2018).

 

JAKARTA (Medan Berita)

Penerapan teknologi industri generasi keempat tidak serta-merta menghapus kegiatan industri konvensional. Pasalnya, ada produk-produk tertentu yang hanya dapat dihasilkan oleh industri konvensional.

Ungkap Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto pada Acara Musyawarah Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) ke-10 di Jakarta, Selasa (24/04/2018).

“ Contohnya, alat tenun bukan mesin (ATBM) itu masih didorong oleh Apindo. Jadi, tidak benar jika industri manual itu langsung hilang. Buktinya ATBM masih digalakkan,” paparnya.

Airlangga juga menyampaikan, walaupun digitalisasi tidak bisa dihindari, tetapi era perubahan ini tidak akan menghilangkan lapangan pekerjaan. Justru ada beragam profesi baru yang akan tercipta dari perkembangan teknologi.

“ Misalnya, dibalik pengoperasian sebuah robot pasti membutuhkan tenaga kerja manusia. Aplikasi ojek online juga masih butuh manusia sebagai driver,” sebutnya.

Sebab, kata Menperin, industri 4.0 merupakan lanjutan dari revolusi industri ketiga yang butuh segala hal terkait internet serta kebutuhan data yang cepat dan besar.

“ Karena itu, sangat penting untuk menyiapkan diri untuk menghadapi situasi ini,” imbuhnya.

Airlangga juga berpendapat, bahwa para pedagang konvensional hingga pedagang kaki lima tidak akan tergerus habis dengan proses digitalisasi. Bahkan digitalisasi bisa membuat mereka makin kreatif dan berkembang dengan memanfaatkan aplikasi-aplikasi baru.

“ Mereka bisa berkembang dengan adanya aplikasi belanja online seperti Tokopedia,” tuturnya.

Dalam mendorong industri kecil dan menengah (IKM) nasional agar mampu menggunakan teknologi digital, Kemenperin telah membuat fasilitasnya melalui e-Smart IKM.

” Hingga saat ini sebanyak 1.730 pelaku IKM telah mengikuti workshop e-Smart IKM. Sampai tahun 2019, Kemenperin menargetkan dapat mengajak 10 ribu pelaku IKM seluruh Indonesia untuk mengikuti lokakarya tersebut,” harap Airlangga.

(Laporan dari Jakarta, MB)

Loading...

Comments

comments

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *