Kasus Pembacokan Keluarga Wartawan, Dirkrimum Poldasu: Motif Dendam

DAIRI (Medan Berita)

Terkait peristiwa pembacokan keluarga wartawan, Persada Sembiring di Rumahnya Desa Bukit Lau Kersik, Kecamatan Gunung Sitember, Kabupaten Dairi, Jumat (31/05/2019) dinihari, terkuaklah sudah motif yang dilakukan kawanan pelaku adanya unsur dendam terhadap korban.

Muat Lebih

banner 728x90

“Mereka sudah menggambar dan direncanakan Maret 2019 dan dilakukan Mei 2019. Permasalahan diawali antara korban dengan ipar tersangka. Motif dendam, dilatarbelakangi sengketa masalah pertanahan seluas lima hektare,” kata Ditreskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian ketika memaparkan kawanan pelaku di Mapolda Sumut, Senin (17/06/2019).

Dalam kasus ini, lanjut Perwira Melati Tiga ini berkata, tim gabungan berhasil menangkap ketujuh orang tersangka penganiayaan pada Sabtu (15/06/2019) dari lokasi berbeda antara lain: Serikat Tarigan (66) diduga otak pelaku penyerangan, Wagino alias Oka (46), Bambang Harianto (52), Joni Ginting alias Yudi (40), Boy Sitinjak (21), Bonansa Siagian (26) dan Masa Tarigan (61).

Para pelaku menganiaya pensiunan polisi bernama Bangkit Sembiring (58) bersama empat anggota keluarganya hingga terluka parah. Bangkit dan anak keempatnya, Abraham Sembiring (10) serta istrinya, Ristiani Samosir (48) mengalami luka bacok di kepala dan badan.

Sementara anak keduanya, Semangat Sembiring (20) mengalami luka pukulan benda tumpul di bagian kepala. Sedangkan anak ketiganya, Maria Keke Sembiring (18) mengalami sakit di bagian punggung karena ditendang pelaku.

Penganiayaan keluarga pensiunan polisi terjadi pada 31 Mei di Dusun Bukit Lau Kersik, Kecamatan Gunung Sitember, Kabupaten Dairi. Para pelaku kemudian melarikan diri ke Kota Medan, Kabupaten Langkat, hingga ke Aceh. Pelaku disebut polisi diberi upah Rp. 50 juta untuk menganiaya satu keluarga Bangkit Sembiring termasuk membeli peralatan.

“Tiga pelaku diberi tindakan tegas dan karena melawan,” ucap Andi.

Polisi menyita barang bukti berupa parang, linggis, martil termasuk mobil sewaan saat beraksi.

Sementara itu, Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan para pelaku dijerat dengan pasal pembunuhan berencana. Beliau menegaskan akan menindak pelaku kejahatan seperti perkara yang diungkap.

“Kita berikan pasal pembunuhan berencana meski korban belum meninggal, karena ada perencanaan. Ini unsurnya dendam, mantan polisi yang jadi korban. Ini bukan soal siapa korban, tapi kita selalu berupaya untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,” terangnya sembari menambahkan selain dijerat dengan pasal pembunuhan berencana, para pelaku juga disangkakan dengan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

(Dairi, MB)

Comments

comments

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *