Terkait Laporan Boru Sinurat, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

Teks Foto: Surat Laporan Korban Yusni Hotmaria Sinurat di Polres Tobasa, Selasa (25 September 2018) lalu. (MB)

 

Muat Lebih

banner 728x90

TOBASA (Medan Berita) – Terkait surat laporan penggelapan dan penipuan Korban Yusni Hotmaria Boru Sinurat (62), sampai hari ini, Minggu (30/06/2019), Polres Tobasa belum juga melakukan penetapan status tersangka.

 

Sebelumnya korban melalui Kuasa Hukumnya, Lambas Tony H. Pasaribu, SH. MH mengeluhkan Surat Laporan Polisi (LP) tentang perkara Penipuan dan Penggelapan “mengambang” hampir setahun lamanya di Polres Tobasa, Rabu (29 Mei 2019).

Dijelaskan pelapor Yusni Hotmaria Sinurat warga Jalan DI Panjaitan, Kec. Balige, Kab. Tobasa awalnya membeli sebidang tanah milik Togu Siahaan senilai Rp. 1 Milliar 50 juta dengan ukuran 33 x 9 Meter di Kota Balige melalui perantaraan atau kuasa jual Terlapor Elyana Yosifin Siahaan (50) pada tanggal 12 Juli 2018 sekira pukul 12:00 WIB ketika berada di Jalan DI. Panjaitan, Tobasa.

Setelah itu pelapor membayar sesuai kesepakatan sampai lunas namun tanpa alasan jelas, Terlapor Elyana warga Lumban Silintong, Balige Cafe Putri Tao, Kec. Balige, Kab. Tobasa justru mengurus sertifikat tanah atas pemilik sebelumnya (Togu Siahaan) kemudian pelapor merasa dirugikan karena Terlapor dan pemilik tanah tidak menyerahkan setifikat tersebut untuk dibalik namakan atas nama pelapor status pembeli.

Ironisnya diketahui sertifikat tersebut sudah berada ditangan pihak lain inisial JT (54) dan anehnya lagi JT yang diketahui mantan caleg Provinsi dari PDIP dapil 9 Sumut yang kebetulan kalah dalam pileg yang lalu dengan sepihak telah mengolah tanah terperkara sementara tanah tersebut masih status quo karena belum ada putusan yang inkrah.

Oleh karenanya, pelapor Yusni Hotmaria Sinurat menilai JT telah merebut hak atas tanahnya dengan cara melawan hukum, sementara proses laporan pelapor yang dilaporkan sebagaimana yang tertuang dalam Surat Tanda Bukti Lapor Nomor: STBL/177/IX/2018/SU/TBS, Selasa (25 September 2018) lalu di Polres Tobasa sampai sekarang masih mengambang dan belum sampai pada penetapan tersangka padahal bukti penyerahan uang dan saksi sudah lengkap diperiksa oleh penyidik.

Sebagai Kuasa Hukum, Lambas Tony H. Pasaribu, SH. MH kepada Wartawan mengatakan, dirinya sangat menyayangkan tindakan JT yang menyerobot tanah yang dibeli pelapor tersebut.

“Sertifikat sudah diblokir di BPN Tobasa dan tidak bisa dialihkan atas nama siapapun sampai adanya putusan yang inkrah,” ucapnya.

Lanjut Penasehat Hukum pelapor berkata, selain dilaporkan secara pidana tindakan Terlapor Elyana Yosifin Siahaan yang diduga melanggar 372 dan 378 KUHPidana beserta 3 orang lain berinisial HS, LS, LP, masing -masing berperan sebagai perantara dalam jual beli tanah tersebut.

“Korban juga sudah menggugat secara Perdata ke Pengadilan Negeri Balige dengan perkara No 59 /Pdt.G/ 2019/ PN.BLG,” terangnya.

Menurut Lambas, lambannya proses perkara ini hampir setahun lamanya sudah memberikan celah timbulnya perkara baru yaitu penyerobotan tanah yang dilakukan oleh JT yang merupakan saudara atau diketahui suami mereka abang beradik dengan Terlapor Elyana Yosifin Siahaan.

“Sebagai kuasa hukum korban, saya mengharapkan ketegasan dan penegakan supremasi hukum oleh Kepolisian dan Jaksa agar persoalan kepemilikan tanah tidak carut marut dan menimbulkan masalah seperti ini yang berpotensi menimbulkan konflik, kita harus dukung program Presiden Jokowi untuk pendaftaran dan penegasan status kepemilikan tanah masyarakat,” jelas Candidat Doktor Ilmu Hukum.

Ketika dikonfirmasi awak media kembali kepada Penyidik Polres Tobasa, Fridoni Sitorus yang menangani perkara tersebut tentang apakah dalam surat laporan korban atas nama Yusni Hotmaria boru Sinurat, penyidik sudah menetapkan status tersangka? dan terkait penasehat hukum korban akan mengajukan somasi,? Sabtu (29/06/2019) pukul 09:49 WIB sampai berita ini diturunkan, Minggu (30/06/2019) pukul 21:37 WIB, tidak membalas meskipun layangan via sms ke akun Whatsapp miliknya laporan status terkirim.

Begitu juga saat dikonfirmasi hal yang sama kepada Kapolres Tobasa, AKBP Agus Waluyo juga belum ada jawaban.

(Tobasa, MB)

Comments

comments

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *