Terkait Surat Laporan Korban Penggelapan dan Penipuan, Kuasa Hukum: Ini Persoalan Sudah “Masuk Angin”

Teks Foto: Penasehat Hukum, Lambas Tony H. Pasaribu, SH. MH. (MB)

 

Muat Lebih

banner 728x90

TOBASA (Medan Berita) – Terkait surat tanda bukti lapor korban penggelapan dan penipuan atas nama Yusni Hotmaria Boru Sinurat di Polres Tobasa Nomor: STBL/177/IX/2018/SU/TBS, Selasa Tanggal 25 September 2018 pukul 17:30 WIB, sebagai Penasehat Hukum, Lambas Tony H. Pasaribu, SH. MH menyatakan, ini persoalan sudah “masuk angin.”

” Sepertinya kepolisian sudah jelas masuk angin ini,” ucap Penasehat Hukum korban kepada awak media, Kamis (01/08/2019).

Sebelumnya diutarakan Doctor Ilmu Hukum ini, Rabu (31/07/2019) pagi, hampir setahun lamanya surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) kode A3 baru dilayangkan Brigadir Frido Roni Sitorus selaku penyidik yang menangani perkara tersebut melalui Akun Whats App (WA) pada tanggal 12 Juli 2019.

” 12 Juli dikirim penyidik SP2HP melalui WA. SP2HP ini juga secara fisik belum ada ke saya atau klien,” ucapnya.

 

Dijelaskannya, pengiriman yang dilakukan penyidik tersebut, menurut penasehat hukum korban, tidak benar.

” Hanya di foto oleh penyidiknya dan di WA kan karena selalu kupertanyakan mana SP2HP,hanya janji agar segera di kirim,abang sudah menyurati Kapolresnya agar segera menindak lanjuti perkara ini dan tembusannya ke Kapolda, Kompolnas,LPSK dan HAM,” sebut Lambas.

Saat disinggung tentang kehadiran status tersangka ELIANA J. SIAHAAN di Polres Tobasa yang hanya dimintai keterangan dalam menindaklanjuti perkara kliennya, Lambas selaku Kuasa Hukum korban tidak mengetahui pastinya, apalagi mengetahui apakah sudah datang ke panggilan ke 2??, ini persoalan sudah masuk angin menurutku, masa tersangka yang di sangkakan 372 dan 378 tidak ditahan?padahal bukti sudah lengkap dan pemeriksaan saksi sudah lengkap,” ucap penasehat hukum korban.

“Sampai saat ini belum ada penahanan,luar biasa polres Tobasa ini sangat baik kepada tersangka,” jelas penasehat hukum korban.

Adapun isi SP2HP yang dikirim penyidik pembantu bernama lengkap Brigadir Frido Roni Sitorus tujuan kepada Sdr Yusni Hotmaria Sinurat di Jln DI Panjaitan No.02 Desa Napitupulu, Kec. Balige, Kab. Toba Samosir kode A3, Siantar Narumonda, Juli 2019.

Rujukan

a. Laporan Sdr di Sentra Pelayanan Kepolisian Polres Tobasa nomor : LP/47/III/2019/SU/TBS, tanggal 07 Maret 2019.

b. Surat Perintah Rujukan Nomor : SP.Sidik/213/XI/2018/Reskrim, tanggal 14 Nopember 2018.

2. Bersama ini kembali kami memberitahukan perkembangan penyidikan terhadap perkembangan laporan saudari,dimana kami telah menetapkan ELIANA J. SIAHAAN sebagai tersangka dan sudah mengirimkan surat penggilan pertama pada hari Selasa tanggal 02 Juli 2019 untuk hadir pada hari Jumat tanggal 05 Juli 2019 namun tidak dihadiri tanpa alasan yang jelas.

3. Kami juga masih mendalami keterlibatan pihak lain dalam laporan saudari, apakah menyuruh melakukan, turut serta atau bersama-sama dengan ELIANA J. SIAHAAN dalam melakukan tindak pidana tersebut, dan akan kami beritahukan dalam bulan ini.

4. Telah dikirimkan kembali surat panggilan sebagai tersangka kepada ELIANA J. SIAHAAN untuk hadir pada hari Selasa tanggal 16 Juli 2019.

5. Apabila ada keluhan dalam pelayanan penyidik, agar mengirimkan email melalui email sat Reskrim unit pidum Polres Tobasa : unitpidum restobasa@yahoo.com.Brigadir Frido Roni Sitorus.

6.Demikian untuk maklum dan terimakasih atas kerjasamanya.

an.Kepala Kepolisian Resort Tobasa Kasat Reskrim selaku penyidik AKP Nelson JP Sipahutar, SH. MM.

Ketika dikonfirmasi awak media ini kepada Kapolres Tobasa, AKBP Agus Waluyo, Rabu (31/07/2019) pukul 16:36 WIB melalui handphone selular, tentang apakah benar SP2HP pelapor atas nama Yusni Hotmaria Sinurat sudah dikirim penyidik Frido Sitorus ke Akun WA ponsel milik Kuasa Hukum korban, sampai berita ini diturunkan belum ada jawaban.

(Tobasa, MB)

Comments

comments

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *