Dipaksa Ngaku Pelaku Curanmor, Security Diduga Disiksa Petugas

Teks Foto: Mapolsek Medan Helvetia. (MB)

 

Muat Lebih

banner 728x90

Medan Berita

Raibnya sepeda motor (Sepmor) milik korban Dedek mengarah kepada petugas security, pria ini dipaksa oknum petugas Polsek Helvetia untuk mengakui bahwa dirinya adalah pelakunya hingga diduga berujung penyiksaan.
Informasi itu diterima dari warga kepada Medanberita belum lama ini mengatakan, inisial M (32) yang diketahui Security di Salah satu Swalayan yang berlokasi di Jalan Kapten Muslim, Medan Helvetia sebelumnya ditangkap petugas Polsek Helvetia pada bulan Juli 2019 atas dugaan pelaku pencurian sepmor (Curanmor) Honda Beat milik korban Dedek (30) warga Jalan Jati Helvetia.
Namun setibanya di Mapolsek Helvetia, terduga pelaku Curanmor, M yang diketahui berdomisili di Jalan Kelambir Helvetia disebut warga mendapat siksaan dari oknum petugas Polsek Helvetia tim J di kamar mandi menggunakan benda tumpul.
Meskipun betapa sakitnya penyiksaan yang dialaminya, M tetap bersikeras tidak juga mengakui bahwa ia yang melakukan curanmor roda dua milik Dedek.
” Atas penyiksaan itu, M mengalami kepala bocor, badan bengkak dan nyaris lumpuh. Sekarang keberadaan M di Rutan Tanjung Gusta Medan masih status tahanan polisi sedangkan korban Dedek yang kehilangan Sepmor Honda Beat di Warung Net Jati, Gaperta Medan dikabarkan korban sudah lari ke Pekan baru,” terang warga.
Kapolsek Helvetia, AKP Sah Udur T.M Sitinjak, SIK melalui Panit Reskrim, Iptu Shary Sibayang mengatakan,” Ad lp.ada saksi yg melihat pelaku melakukan pencurian..trs ditangkap.palaku..dan di proses..dan tidak benar ada penganiayaan terhadap terduga Tsk M,” sebutnya, Sabtu (07/09/2019) pukul 09:36 WIB.
(MB)

Comments

comments

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *