Dua Tersangka Beserta Sabu 10 Kg Dipaparkan Kapolda Sumut 

example banner

Medan Berita – Dua orang tersangka Ilias Isyak Lubis dan Ibnu Fajar beserta barang bukti sabu- sabu seberat 10 Kg dipaparkan Kapolda Sumut, Irjen Pol Drs Martuani Sormin di depan IGD Rumah Sakit Bhayangkara, Medan, Selasa (24/12/2019) siang.

Bacaan Lainnya

Dalam siaran persnya, Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin didampingi Wakapolda Sumut dan Dir Narkoba Poldasu, Kombes Pol Hendrik Marpaung mengatakan, terungkapnya kasus ini, bermula saat Ditresnarkoba Polda Sumut mendapat informasi adanya peredaran narkoba di Jalan Sei Besitang, Medan Petisah.

Setelah dilakukan penyelidikan, petugas kemudian menangkap Tersangka Ilias Isyak Lubis dan disita barang bukti berupa sebuah tas ransel berisikan sabu- sabu seberat kurang lebih 5 Kg yang dibungkus ke dalam bungkusan teh cina,” ungkapnya.


Selanjutnya, kata mantan Asops Kapolri ini, dari pengakuan tersangka Ilias, kemudian petugas melakukan pengembangan, Sabtu (21/12/2019) dan berhasil menangkap tersangka Ibnu Fajar di rumahnya Jalan Kapten Sumarsono, Medan Helvetia dan disita barang bukti berupa satu buah tas rangsel berisi narkotika jenis sabu- sabu seberat 5 Kg yang juga dibungkus kedalam bungkusan teh cina.


Dari pengakuan tersangka Ibnu Fajar, tambah Kapoldasu, bahwa barang terlarang tersebut didapatkan dari temannya Suhaimi yang berada di Lubuk Pakam, Deliserdang.

“Selanjutnya petugas melakukan pengembangan dan mengejar tersangka Suhaimi di Lubuk Pakam, namun sewaktu ditangkap, tersangka Suhaimi mencoba melarikan diri. Polisi sudah memperingatkannya namun tidak diindahkan sehingga polisi menembaknya.

Tersangka Suhaimi sempat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk diberi pertolongan medis namun saat diperjalanan tersangka meninggal dunia,” terang Jenderal bintang dua.

Disebutkan Orang nomor satu di Polda Sumut ini lagi, atas perbuatannya, para tersangka diancam Pasal 114 ayat 2 Subs. Pasal 112  ayat 2 jo. Pasal 132 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun,” paparnya.

Ditambahkan Kapoldasu, pihaknya tidak akan ragu untuk memberantas peredaran di Sumut karena narkoba akan menghancurkan generasi penerus bangsa.

“Jangan harap kita bisa maju, kalau narkoba ini masih ada. Oleh karena itu, kami harapkan masyarakat mau memberikan informasi tentang peredaran narkoba kepada polisi dan segera akan ditindaklanjuti,” jelasnya sembari mengatakan,”Kami tidak akan takut untuk memberi tindakan tegas, keras dan terukur termasuk kepada Anggota Polda Sumut yang terlibat, akan kami berikan hukuman dan tindakan yang sama.

(Laporan dari Medan Berita)

Loading…

Comments

comments

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *