Ditengah Pandemi Covid-19, BNNP Sumut Berhasil Ungkap 8 Ton Ganja

example banner

MADINA (Medan Berita) – Meskipun ditengah situasi Pandemi Covid-19, Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara (BNNP Sumut) berhasil mengungkap sebanyak 8 Ton Narkoba jenis Ganja di Perbukitan Tor Sihite, Desa Banjar Lancat, Kec. Panyabungan Timur, Kab. Mandailing Natal.

Bacaan Lainnya

Pengungkapan tersebut dalam rangka untuk menekan peredaran gelap narkotika khususnya narkotika alami (ganja) di Wilayah Provinsi Sumatera Utara.

Selanjutnya BNNP Sumut bersama dengan BNNK Madina, Kodim 0212 Tapsel, Polres Madina melaksanakan operasi gabungan pemusnahan ladang Ganja yang dilaksanakan pada tanggal 09 s/d 10 Juni 2020 yang dipimpin langsung oleh Kepala BNNP Sumut, Brigjend Pol Drs Atrial, SH dan diikuti oleh Kabid Pemberantasan BNNP Sumut, Kombes Pol Sempana Sitepu, S.H., M.H., serta Ka BNNK Mandailing Natal, AKBP Ramlan, S.H., M.H.

Dimana kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil penyelidikan yang dilaksanakan sebelumnya oleh tim pemberantasan BNNP Sumatera Utara dan BNNK Mandailing Natal.
Dari hasil penyelidikan tersebut didapat 3 TKP lahan ganja yang berhasil dimusnahkan yaitu menemukan ladang ganja di 4 titik antara lain:
– Gunung Tujuh Desa Banjar Lancat, Kec. Penyabungan Timur dengan luas kurang lebih 4 hektar dengan jumlah Pohon lebih kurang 4.000 Batang atau seberat lebih kurang 4 ton.
– Tor Sihite Desa Banjar Lancat dengan luas kurang lebih 2 hektar dengan jumlah Pohon 2.000 batang atau seberat lebih kurang 2 ton.
– Desa Suroboyan, Kec. Penyabungan Timur ada 2 Titik yang masing- masing luasnya kurang lebih 1 Hektar (2 Hektar) dengan jumlah Pohon lebih kurang 2000 Batang atau berat lebih kurang 2 ton.

Dengan hasil ladang ganja yang berhasil dimusnahkan dari 3 TKP (4 Titik) seluas 8 Hektar, dengan jumlah lebih kurang 8000 Batang atau lebih kurang 8 Ton Daun Ganja basah.

Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol Drs Atrial, SH mengatakan, bahwa dengan adanya operasi pemusnahan ladang ganja, diharapkan peredaran gelap narkotika khususnya ganja dapat diminimalisir khususnya di wilayah Kabupaten Mandailing Natal, dan dengan kegiatan ini juga diharapkan kesadaran masyarakat akan bahaya narkotika khususnya para penanam ganja sadar bahwa usaha tanam ganja merupakan tindakan ilegal dan mau mengalihkan jenis tanamannya ke tanaman holticultura, sehingga predikat Kabupaten Mandailing Natal sebagai penghasil ganja nomor 2 di Indonesia dapat dihilangkan,” terangnya.

Selama kegiatan pemusnahan ladang ganja sebanyak 8 ton berjalan dengan tertib dan lancar hingga selesai.

(Madina/medanberita)

Loading…

Comments

comments

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *