Dua Tahanan Meninggal Dunia, Kanit Reskrim Polsek Sunggal Beri Penjelasan

example banner

Teks Foto: Tersangka Almarhum Joko Dedi Kurniawan Meninggal Dunia.

 

Medan Berita – Dua tahanan Polsek Sunggal atas nama Rudi Efendi (39) warga Dusun II Jalan Mesjid Bintang Meriah, Kec. Batang Kuis, Kab. Deli Serdang dan Joko Dedi Kurniawan (36) warga Percut Sei Tuan meninggal dunia, Kapolsek Sunggal melalui Kanit Reskrim, AKP Budiman Simanjuntak, SH., MH menjelaskan kepada Medanberita, Rabu (07/10/2020) sore.

Terkait tewasnya tahanan RE yang sebelumnya diringkus Polsek Sunggal dalam kasus Pencurian dengan kekerasan tersebut, pada Senin (21 September 2020) pukul. 00,00 Wib, tersangka RE mengeluh sakit di lambung selanjutnya petugas membawa tersangka ke rumah sakit dan setelah diperiksa, tersangka diperbolehkan pulang selanjutnya tersangka dibawa pulang dan dua hari di Polsek.

Kemudian tersangka mengalami sakit lagi selanjutnya petugas membawa tersangka ke rumah sakit tepatnya Rabu (23 September 2020) sekira pukul 10.00 Wib, tahanan tersebut dibawa untuk berobat karena tahanan mengeluh sakit lambung setelah di beri obat tersangka di perbolehkan pulang.

Esok harinya tepatnya pada Kamis (24 September 2020) pukul 05.00 Wib, tersangka mengeluh sakit lagi dibagian perut selanjutnya tersangka dibawa lagi ke rumah sakit dan diperiksa dokter, tersangka dinyatakan meninggal dunia dan selanjutnya petugas melakukan autopsi, namun pihak kelurga tersangka bermohon kepada Kapolsek (Kompol Yasir Ahmadi-Red) supaya tidak dilakukan autopsi dan dibuatkan Pernyataan setelah itu sekira pukul 11.00 Wib Jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” ungkap Iptu Budi Simanjuntak.

Lanjutnya menjelaskan, hal yang sama juga terjadi pada tahanan JDK, tersangka kasus Pencurian dengan kekerasan.

“Bahwa tersangka JDK setelah ditahan mengalami sakit pertama kali, Rabu (23 September 2020) pukul 10.00 Wib tersangka mengalami sakit dengan keluhan di lambung dan kepala selanjutnya penyidik membawa tersangka ke Rumah Sakit Bhayangkara setelah diperiksa dokter. Tersangka diperbolehkan pulang dan selanjutnya yang kedua kalinya tepatnya, Jumat (25 September 2020) pukul 17.23 Wib, tersangka mengeluh sakit selanjutnya dibawa berobat ke rumah sakit dengan keluhan lambung dan kepala setelah di periksa dokter menyatakan di Opname kemudian tersangka di Opname dan setelah diopname selama tiga hari dokter mengatakan sudah sembuh dan diperbolehkan pulang tepatnya, Senin (28 September 2020), setelah satu hari di polsek, tersangka mengeluh sakit lagi yang ketiga kalinya, tepatnya, Selasa (29 September 2020) pukul 19.50 Wib setelah diperiksa dokter, tersangka diperbolehkan pulang.

Selanjutnya tersangka JDK di bawa ke Polsek setelah dua hari di polsek, tersangka mengeluh lagi sakit selanjutnya tersangka yang keempat kalinya tepatnya, Kamis (01 Oktober 2020) sekira pukul 11.00 Wib, tersangka mengeluh sakit dan dibawa ke rumah sakit setelah di periksa tersangka diperbolehkan pulang untuk berobat jalan selanjutnya tersangka di bawa ke Polsek sunggal.

Setelah itu keesokan harinya tepatnya, Jumat (02 Oktober 2020) pukul 08.00 Wib, tersangka mengeluh sakit selanjutnya tersangka dibawa ke rumah sakit dan ditangani dokter dan setelah ditangani dokter, tersangka dinyatakan dokter meninggal dunia,” papar Kanit Reskrim.

Petugas Polsek Sunggal membuatkan surat permintaan untuk dilakukan  autopsi namun pihak keluarga bermohon agar terhadap jenazah tidak dilakukan dan pihak keluarga bersedia membuat surat permohonan agar jenazah tidak dilakukan autopsi dan tidak akan melakukan penuntutan dikemudian hari selanjutnya jenazah tersangka dilakukan visum luar dan jenazah tersangka diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

” Jadi kesimpulannya kedua tahanan RE dan JDK itu meninggal karena sakit dan isu keduanya meninggal karena dianiaya oknum petugas itu tidak benar,” jelas AKP Budiman Simanjuntak, SH. MH menambahkan sementara keenam rekan tersangka masih ditahan di Mapolsek Sunggal guna proses lanjut.

Dua dari tersangka Almarhum RE dan JKP diketahui komplotan penjahat yang menyaru sebagai polisi yang bertugas di BNN bersama enam (6) orang rekannya yang ditangkap Polsek Sunggal pada Rabu (09/09/2020).

Dijelaskan Kanit Reskrim, AKP Budiman Simanjuntak, SH., MH, terungkapnya aksi kejahatan para tersangka berawal dari laporan korban JP (15) warga Jl. Asoka Asam Kumbang ke Polsek Sunggal atas kejadian yang dialaminya dimana sepeda motornya dilarikan oleh orang yang tidak dikenal sewaktu korban bersama temannya berkumpul di salah satu SPBU di kawasan ringroad.

Saat itu, para TSK datang menggunakan mobil, selanjutnya langsung menuduh korban dan temannya sebagai pengedar narkoba, karena ketakutan, korban dkk langsung melarikan diri dengan meninggalkan sepeda motor korban, dimana kunci kontak dibawa korban.

Selanjutnya korban segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sunggal dan langsung di tindak lanjuti Tekab Polsek Sunggal dengan melakukan pengejaran terhadap para pelaku.

Sewaktu berada di kawasan Ring Road, atas petunjuk korban, team melihat mobil yang digunakan para pelaku melakukan aksinya dan langsung dipepet oleh petugas sehingga para tersangka tidak dapat berbuat banyak, selanjutnya para tersangka segera digiring ke mako Polsek Sunggal guna proses selanjutnya.

“Dari para tersangka, kita berhasil menyita barang bukti berupa 1 unit mobil Kijang capsul BK 1374 DS, 1 pucuk senpi rakitan jenis revolver, 1 pucuk senpi mainan, 1 bh HT, 9 lembar tanda pengenal BNN atas nama pelaku, 5 bh hp android, 2 bh hp Merk Mito, 1 bh lakban, 1 bh borgol, 1 lembar STNK, Sim C, sim BI, 4 lembar KTP, 2 bh kaca pirex, 1 bh plastik klip kosong, 7 bh dompet, 1 bh senter laser vointer, 1 bh senter, 1 pasang kaca spion sepeda motor, 1 unit sepeda motor vario 150 BK 4810 PBH, beberapa dokumen / surat-surat dan baju seragam Polri “, kata Kanit.

Saat ini, sambungnya, pihaknya masih melakukan pemeriksaan intensif guna mengembangkan kasus tersebut.

“Adapun tersangka yang berhasil kita tangkap adalah 8 orang inisial para tersangka MB (38), Sup (38), YA (28), JDK (36), DA (26), ES (31), RE (39) dan seorang wanita KH (18), yang semuanya warga kecamatan Percut Sei Tuan,” ujar Kanit.

Atas perbuatannya, para tersangka di persangkakan melanggar pasal 365 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” tegas Kanit Reskrim Polsek Sunggal.

(MB)

Loading...

Comments

comments

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *