Anaknya Kehilangan Tangan Kiri, Serda Lily Minta Pertanggungjawaban PT Agung Beton

example banner

MEDAN BERITA – Dalam sebuah video dikutip dari IG @Infokomando terlihat anggota TNI sedang menangis sambil mendampingi seorang laki-laki yang tak lain anak dari Serda Lily Muhammad Ginting.

Serda Lily Muhammad Ginting yang tak kuasa menahan tangis di depan Mapolres Pematangsiantar demi keadilan seorang anaknya, Senin (11/01/2021) siang.

Tangisnya tumpah sambil menunjukkan kondisi anaknya, Teguh Syahputra Ginting (20) yang telah kehilangan tangan kirinya akibat kecelakaan kerja.

Sambil menangis, Serda Lily terus memohon agar pimpinan TNI memberikan perhatian terkait musibah yang dialami anaknya yang jadi korban kecelakaan kerja di PT Agung Beton.

Serda Lily kemudian membuka lengan tangan kaos sebelah kiri anaknya yang ternyata sudah tidak memiliki tangan dan minta kasus anaknya diperhatikan karena lama terkatung-katung.

Kedatangan Serda Lily ke Mapolres Pematangsiantar adalah untuk mendampingi anaknya yang dipanggil untuk pemeriksaan lanjutan.

Selain itu ada pula kuasa hukum mereka, Dedi Faisal, SH. Dedi sendiri mengisyaratkan kekecewaannya lantaran korban sudah beberapa kali diperiksa tapi tidak ada penyelesaian.

Terkait pemeriksaan Teguh sudah menyampaikan saat ditanya apa yang mau disampaikan. Pertama terkait PT Agung Beton yang tidak melaksanakan keselamatan kerja, dibuktikan pada robek karet di konveyor bawah yang rusak selama sebulan, tetapi PT Agung Beton tidak memperbaiki,” kata Dedi.

Atas peristiwa itu, korban meminta pertanggungjawaban pimpinan perusahaan PT. Agung Beton yakni Teguh Juanda.

Kemudian pada saat kejadian itu bukan operator sebenarnya, melainkan asisten operator, jadi Operator sebenarnya tidak jadi tersangka, berarti ada kelalaian yang dilakukan PT Agung Beton,” tegas Kuasa hukum korban.

Sebelumnya di Polres Pematangsiantar sudah dilaksanakan gelar perkara dan yang menjadi pertanyaan, ini gelar perkara apa lagi? Karena sebelumnya saat tersangka, sudah ada gelar perkara,” cetus Dedi keheranan.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar, AKP Edi Sukamto mengatakan, pemanggilan korban dilakukan untuk menggali keterangan guna melengkapi kekurangan berkas perkara,” ujarnya.

(Medanberita, Siantar)

Loading...

Comments

comments

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *