Dilaporkan Gunakan Agunan Diduga Surat Palsu, Ini Kata Bripka GS

example banner

MEDANBERITA – Pelapor Erna Boru Sinabang (54 ), warga Jalan Padat Karya Aektapa, Kelurahan Bakaranbatu, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, terpaksa mengadukan Bripka GS (Guntur Siringoringo) ke Polres Labuhan Batu.

Bripka GS, anggota Polres Labuhan Batu adalah warga Kelurahan Bakaranbatu, Kecamatan Rantau Selatan.

Bacaan Lainnya

Erna Boru Sinabang melaporkan Bripka GS ke Polres Labuhanbatu karena menggunakan agunan diduga surat palsu, sebagai jaminan meminjam uang dari Erna selaku pelapor.

Erna meminta Polres menuntaskan proses penyidikan, karena laporan sudah 6 bulan lebih.

“Saya memohon agar Polres segera memproses laporan saya dan menetapkan GS tersangka. Karena pengaduan saya awal April 2020, tapi sampai sekarang saya belum tahu sudah sejauh mana perkembangan penyidikannya,” ujar Erna Boru Sinabang.

Erna mengadukan terlapor pada Selasa 7 April 2020 dengan Laporan Polisi No. LP/464/IV/2020/SPKT RER-LB dan surat tanda terima laporan polisi No. STTLP/373/IV/Yan 2.5/2020/SPKT RES-LB. Pengaduan Erna diterima Kepala SPKT atas nama Kapolres Labuhanbatu, Ub Kanit SPKT-B Ipda M Sebayang.

Erna mengaku tertipu, karena agunan surat tanah yang digunakan Bripka GS saat datang meminjam uang sebesar Rp.180 juta pada Juni 2015 lalu, diduga palsu. Setelah dicek ke lapangan pada Sabtu 04 April 2020 sekitar Pukul 11.00 WIB, ternyata tanah yang dijadikan jaminan oleh Bripka GS juga fiktif.

Karena aksi penipuan dan penggelapan yang dilakukan Bripka GS itu, Erna mengaku mengalami kerugian besar.

Erna juga menyerahkan bukti foto kopi kuitansi dan foto kopi surat keterangan ganti rugi tanah, yang diduga palsu ke penyidik Polres Labuhanbatu saat dimintai keterangan.

“Saya melaporkan GS karena saya dituduh mencuri surat rumahnya. Padahal, terlapor dan isterinya yang datang ke rumah saya membawa surat tanah rumah dan surat tanah 5 hektar, dan meminjam uang Rp.180 juta ke saya. Itu bukan uang saya sendiri, tapi uang orang lain,” ucap pelapor Erna Boru Sinabang.

Diutarakan Erna, surat rumah yang diberikan terlapor Bripka GS kepadanya itu diduga palsu.

“Kami kemudian berangkat mengecek fisik tanahnya sesuai surat ke Kepala Desa Sungai Sentang, Kecamatan Kualuh Hilir, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Menurut Kepala Desa, fisik tanah itu fiktif dan tanda tangannya dipalsukan,” ungkap Erna.

Sebelumnya, uang yang dipinjam beberapa kali hingga total Rp.653 juta.

“Saya tagih dan terus saya tagih. Tapi katanya, sabar dan jawabannya terus sabar hingga 5 tahun lebih tidak dibayar,” keluh Erna Sinabang.

Lima tahun lebih tak dibayar, pelapor mendatangi terlapor dan istrinya. Terlapor malah menuduh pelapor mencuri surat tanahnya,” jelas Erna.

Sementara itu, terlapor Bripka GS ketika dikonfirmasi wartawan melalui telepon seluler, pada Minggu (25/10/2020) malam lalu, menyebut perkara ini sedang ditangani Polres Labuhanbatu dan Polda Sumatera Utara.

Menurut Bripka GS mengaku, bahwa masalah ini tidak ada sangkut pautnya dengan dirinya, melainkan hubungan kerja sama pelapor dengan istrinya.

“Ini (Pelapor Erna) kerja sama dengan isteri saya (HS) menjalankan uang. Tetapi saya dilibatkannya supaya saya ikut bertanggungjawab masalah uang itu. Kata isteri saya (HS), uangnya sekarang berada sama orang lain dan tidak dibayar. Kata istri saya, telah dibayar lebih Rp.1 miliar,” aku Bripka GS.

Kemudian Bripka GS juga membantah datang bersama istrinya ke rumah pelapor meminjam uang. “Enggak pernah aku sama istri ke rumahnya,” katanya.

Terkait pemalsuan dan atau menggunakan surat palsu, Bripka GS malah menuding pelapor (Erna) memalsukan tanda tangannya.

“Dia yang memalsukan tanda tangan saya, makanya saya laporkan ke Polres,” sebutnya.

Bripka GS juga menyebut telah melaporkan penyidik yang membuatnya tersangka dalam pemalsuan surat atau menggunakan surat palsu.

“Penyidiknya pun sudah saya laporkan, karena membuat saya tersangka. Tanda tangan saya yang dipalsukan, kok saya jadi tersangka pemalsuan. Sama siapa pun saya enggak takut dalam masalah ini,” tantang Bripka GS.

Kapolres Labuhanbatu melalui Kasat Reskrim AKP Parikhesit saat dikonfirmasi terkait laporan Erna, menyebut perkembangan penyidikan akan diinformasikan kepada pelapor.

“Nanti perkembangannya kami infokan via surat SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan) kepada Pelapor,” kata AKP Parikhesit kepada wartawan.

(Monang Medanberita.co.id, Sumut)

Loading…

Comments

comments

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *