Pertamina dan APH Diminta Tindak Pemain Solar Subsidi

example banner

MEDANBERITA, LABUHANBATU – Maraknya praktek penyalahgunaan dan penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi saat ini banyak dikeluhkan masyarakat.

Hal itu satu diantaranya, kata warga, terlihat di salah satu SPBU kawasan Kel. Negeri Lama, Kec. Bilah Hilir, Kab. Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara yang berani secara terang-terangan melayani kelompok-kelompok pengusaha hitam yang mengisi BBM jenis solar dan pertalite bersubsidi secara besar-besaran.

Bacaan Lainnya

Setelah mengambil dari SPBU, diduga modus yang dilakukan selama ini lalu menimbunnya di suatu gudang setelah itu barulah di jual ke tengkulak dengan harga per jerigennya, taksiran isi 30 liter Rp.235.000 untuk BBM bersubsidi jenis solar, kemudian untuk pertalite Rp.340.000, lalu tengkulak menjual BBM bersubsidi ke daerah sungai berombang,” ungkap warga kepada Wartawan.

Aksi tengkulak ini, lanjut warga membeberkan, sering dijumpai di jalanan membawa jerigen berisi solar bersubsidi dalam jumlah yang banyak, lalu di bawa menggunakan sepeda motor yang sudah di modifikasi untuk dijual kembali ke daerah sungai berombang dan diduga dijual juga ke industri.

Modus operandi yang dilakukan penimbun ini, diduga sudah terkonsep rapi dan punya jadwal dan waktu masing – masing, biasanya dilakukan pada malam hari, sehingga sering terjadi antrian panjang di SPBU tersebut. Bagaimana tidak para pemain ini sudah terlatih dengan metode kerjanya masing – masing,” terang warga.

Cara para penyuling beroperasi di SPBU negeri lama, sambung warga, menggunakan mobil pikap dan cold diesel yang untuk pengambilan bio solar, sementara untuk pengambilan subsidi pertalite menggunakan sepeda motor, dan mobil pikap dan mobil mini bus pribadi.

“Metode terbilang rapi meskipun bolak balik mengisi BBM mulai dari jam 5.30 Wib sampai dengan jam 23.00 Wib begitulah sehari – harinya, makanya masyarakat pengguna BBM bio solar dan pertalite subsidi rata- rata gak kebagian, hanya penyuling yang menghabiskan minyak dari SPBU negeri lama tersebut,” terang warga.

Ditambahkan warga, mereka tidak dapat mengisi BBM bio solar dan pertalite dikarenakan panjangnya antrian para penyuling yang sampai memanjang ke jalan besar/ aspal yang mengakibatkan kemacetan di sepanjang jalan besar dan itu berlangsung hampir setiap hari,” tandas warga.

Terkait hal ini, masyarakat Bilah Hilir yang sudah banyak mengalami kekecewaan dari SPBU negeri lama meminta pihak Pertamina dan Aparat Penegak Hukum (APH), segera menindak tegas pemilik dan pemain solar subsidi tersebut, sebelum terjadi hal – hal tindakan masyarakat yang tidak diinginkan,” jelas warga.

Sementara menurut keterangan Kepala lingkungan (Kepling) KM 1/2, Kel. Negeri Baru, Kec. Bilah Hilir, Poltak Purba mengatakan, bahwa penyulingan BBM bio solar dan pertalite yang dilakukan para tengkulap diduga bekerjasama dengan pihak SPBU negeri lama sudah berlangsung lama dan setiap hari yang selalu mengakibatkan jalan lintas ajamu aek nabara macet sehingga meresahkan para pengguna jalan,” ungkap Poltak Purba.

Sedangkan menurut seorang sopir, Ali menerangkan, bahwa dirinya sering mengalami kekecewaan karena ulah para penimbun BBM bersubsidi ini.

“Kita susah dapat solar bang, makanya selalu terjadi kemacetan karena menumpuknya antrian kendaraan di lokasi SPBU, ini diduga akibat ulah para tengkulak tersebut bang,” ucapnya kepada Wartawan saat bertemu di lokasi.

Perihal tersebut, saat dikonfirmasi Wartawan kepada Kapolsek Bilah Hilir, AKP Sahat Maringan Lumbangaol, SH melalui WhatsApp belum mendapat keterangan sampai berita ini di rilis.

Amatan di salah satu di area SPBU negeri lama, Senin (18/3/2024) sekira pukul 05:24 Wib, terlihat banyaknya kendaraan mobil dan sepeda motor di area SPBU tersebut, yang diduga akan melakukan penyulingan BBM bio solar dan pertalite.

(MB11 Medanberita.co.id – LABUHANBATU)
Loading…

Comments

comments

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *